Berita Karangasem
KISAH Nyoman Dasi, Pria Buta yang Selamatkan Anak-Istri Saat Gempa: Astungkara Masih Disayang Tuhan
KISAH Nyoman Dasi, Pria Buta yang Selamatkan Anak-Istri Saat Gempa: Astungkara Masih Disayang Tuhan
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Widyartha Suryawan
Saat gempa Dasi berteriak dan mengangkat anak-anaknya ke luar.
Berkat kegigihan Dasi, semua keluarganya selamat. Hanya ada sedikit luka di kakinya.
"Setelah teriak saya langsung keluar kamar serta evakuasi anak. Saat itu saya seperti orang normal. Dapatkan kekuatan. Reruntuhan tembok diterjang. Anak-anak langsung saya bawa keluar," imbuhnya.
Dasi terheran-heran dan seolah tak percaya. Dengan keterbatasan serta matanya yang tak bisa melihat ternyata dia bisa menyelamatkan anak istri.
Di luar rumah, Dasi baru merasakan rasa sakit akibat tertimpa runtuhan tembok.
Rumahnya rusak, atap serta temboknya retak.
Untuk sementara, Dasi bersama keluarganya tinggal di tenda.
Saat ini istri serta anaknya masih trauma pasca kejadian.
Keluarganya memilih untuk sementara tidur dan masak di luar rumah untuk antisipasi hal tidak diinginkan.
"Keluarga di atas masih syok. Kasian anak dan istri," tambah Dasi.
Korban Jiwa
Untuk diketahui, berdasarkan data BPBD Kabupaten Karangasem, gempa menyebabkan 1 orang meninggal dunia, luka berat 6 orang, serta luka ringan 69 orang. Sebagian masih dapat perawatan.
Plt. Kepala BPBD Kaarangasem, IB Ketut Arimbawa, mengaku warga yang mengalami luka tersebar di beberapa titik di Karangasem. Terbanyak di Kecamatan Kubu, tepatnya di Desa Ban.
"Korban jiwa dan luka. Meninggal 1 orang, luka berat 6 orang, dan luka ringan 69 orang," kata IB Ketut Arimbawa.
Selain korban, gempa pada Sabtu dini hari itu juga mengakibatkan kerusakan rumah, pura, pelingguh, sekolah, cubang, jalan antar Banjar.
Baca juga: Pasca Gempa 4.8 SR, Warga Jatituhu Karangasem Sementara Tidur di Tenda