Breaking News:

Berita Bali

Dugaan Investasi Bodong Ice Mango di Bali, Get Sampai Rp 2,7 Miliar, Dua Wanita Dilaporkan ke Polisi

Beberapa korban investasi bodong yang merupakan para kaum hawa diantaranya Ni Putu Dian Okviani, I Made Winda Christian, Dewi Purnama Sari, Ni Kadek

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Para korban saat melaporkan dugaan investasi bodong di SPKT Polda Bali, pada Senin 18 Oktober 2021. 

Lanjut dia, tertarik dengan keuntungan yang lebih besar, pelapor kembali mengikuti investasi tersebut sejumlah Rp 1.000.000, dalam waktu 60 hari dan benar mendapatkan hasil sebesar Rp 2.000.000, dari terlapor.

Terlapor kemudian meminta kepada pelapor untuk menyebarluaskan informasi ini sehingga banyak orang yang tertarik dan pelaku berhasil memperdayai setidaknya 110 member.

Namun, dalam masa pandemi COVID-19 ini, untuk mencegah kerumunan dari para korban, maka pelaporan hanya diwakili oleh 1 orang dan para member lainya menjadi saksi.

Kemudian terlapor membuka 6 investasi yang meliputi, 200 slot, Rp. 1.000.000 kembali Rp. 2.500.000, 341 slot, Rp. 1.000.000 kembali Rp. 3.800.000, 160 slot, Rp. 1.000.000 kembali Rp. 2.800.000, 50 slot, Rp. 1.000.000 kembali Rp. 2.200.000, 110 slot, Rp. 1.000.000 kembali Rp. 1.500.000, dan 101 slot, Rp. 1.000.000 kembali Rp. 2.250.000,-

"Yang total keseluruhannya adalah 962 slot dengan jumlah uang sebesar Rp 962.000.000, pelapor pun mengikuti semua slot tersebut, namun nahas 6 investasi tersebut gagal dicairkan," paparnya.

Dikatakan Suardana, terlapor juga berdalih tidak sanggup membayar get sebesar Rp. 2.746.050.000,-, kemudian menyampaikan kepada korban bahwa tidak sanggup membayar get tersebut dan berjanji dalam kurun waktu 7 hari mengembalikan modal korban.

"Namun uang pun tidak dibayarkan dan terlapor mengakui telah menggunakan uang tersebut untuk keperluan lainnya. Sehingga terlapor tidak bisa mempertanggungjawabkan dalam jangka waktu yang dijanjikan," jelasnya.

Baca juga: Tingkatkan PAD Badung Lewat hasil Investasi, Dewan Rancang Ranperda Penyelenggaraan Penanaman Modal

Menurutnya, pelaporan ini bertujuan untuk menghentikan sepak terjang pelaku yang dapat menimpa korban-korban lainya, maka dari itu penting bagi polisi untuk mengungkap kasus ini dan menyelamatkan uang korban lainnya.

"Kasus ini tidak sesulit menindak pinjaman online ilegal karena kasus ini dilakukan oleh individual dan pelaku masih tinggal di Bali sehingga tidak sulit untuk membawa kasus ini ke persidangan," ungkapnya

Semua alat bukti yang kita miliki sangat lengkap sehingga kasus ini sangat terang sekali. Yang kami butuhkan itu adalah keseriusan untuk mengungkap kejahatan ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved