Breaking News:

Human Interest Story

Kisah Wayan Suparta,Seorang Perajin Bambu di Klungkung Jadi Penopang Ekonomi Keluarga Dimasa Pandemi

Ditengah lesunya pariwisata, ayah dari dua orang anak ini mencoba bertahan dengan membuat dan memasarkan berbagai kerajinan bambu

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
I Wayan Suparta ketika membuat produk meja berbahan bambu ketika ditemui di kediamannya di Banjar Sangging, Desa Akah, Klungkung, Selasa (26/10/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pandemi Covid-19 tidak membuat  I Wayan Suparta (40), asal Desa Akah, Klungkung terbelenggu dengan keadaan.

Ditengah lesunya pariwisata, ayah dari dua orang anak ini mencoba bertahan dengan membuat dan memasarkan berbagai kerajinan bambu.

 Berbagai furniture berbahan bambu tampak terpajang di teras rumah sederhana dari I Wayan Suparta di Banjar Sangging, Desa Akah, Klungkung.

Mulai dari kursi, meja, hingga hiasan lampu semua terbuat dari bambu.

Baca juga: Cerita Kadek Rada, Dirumahkan Karena Pandemi,Kini Terpilih Jadi Perbekel Termuda di Pilkel Klungkung

Di pojok teras, tampak I Wayan Suparta tengah sibuk membuat meja yang sudah diorder oleh konsumennya.

 Tangan Suparta tampak terampil memotong batang demi batang bambu.

Lalu bambu itu ia susun menjadi sebuah meja dengan berbagai model yang menarik.

Sementara ia juga mempersilakan tamu yang berkunjung ke rumahnnya untuk mencoba duduk di bale bengong yang juga ia buat dengan bambu.

 “ Saya sebenarnya sudah belajar membuat kerajinan berbahan bambu ini sejak tahun 1997,” ungkap Suparta, Selasa (26/10/2021).

Pasca perusahaan tempatnya bekerja ditutup, Suparta lalu bekerja sebagai sopir pariwisata freelance.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved