Breaking News:

Berita Badung

Meski Harga Turun, PHRI Badung Akui PCR Masih Jadi Kendala Wisatawan

Harga PCR dipastikan akan mengalami penurunan dari angka sebelumnya. Kendati demikian semua itu masih menjadi kendala wisatawan datang ke Bali.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Harga PCR dipastikan akan mengalami penurunan dari angka sebelumnya.

Kendati demikian semua itu masih menjadi kendala wisatawan datang ke Bali.

Selain harga yang masih tinggi dari pada rapid antigen, pelaksanaan PCR juga harus menunggu lama.

Apalagi daya beli masyarakat kini sudah menurun di tengah pandemi covid-19.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan meski harga PCR kini ditetapkan Rp300 ribu, namun semua masih tetap menjadi kendala.

Baca juga: Wisdom Ramai-ramai Cancel ke Bali karena Wajib PCR, PHRI Badung: Semestinya Antigen Masih Masuk Akal

"Misalnya satu keluarga ingin liburan ke Bali dengan PCR Rp300 ribu. Anggap saja jumlahnya 4 orang yakni ibu, bapak dan dua anaknya. Untuk berlibur ia harus mengeluarkan uang Rp2,4 juta untuk PCR pulang pergi," katanya.

Belum lagi kata, Rai Suryawijaya, membeli tiket, dan menginap di salah satu hotel.

Hal itu pun akan membuat masyarakat semakin berpikir untuk datang ke Bali menggunakan pesawat udara.

Baca juga: Bupati Giri Prasta Hadiri Perayaan Hari Pangan Sedunia, Mantapkan Pembangunan Pertanian Badung

"Kalau belum apa-apa sudah banyak keluar uang, kan mending mereka ke puncak. Atau ke tempat-tempat yang dekat. Jadi daya beli masyarakat saat ini menurun, kan tidak mau dia keluar uang banyak," jelasnya.

Sebelumnya harga tertinggi untuk tes PCR ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebesar Rp495.000 untuk pulau Jawa dan Bali serta Rp525.000 untuk luar pulau Jawa dan Bali.

Namun kini harga Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kabinetnya untuk menurunkan harga tes PCR hingga Rp300 ribu. 

Baca juga: Sekda Adi Arnawa Buka Musda Dekopinda Badung, Berharap Bisa Tingkatkan Strategi Gerakan Koperasi

"Kalau turun kita lihat perkembangannya ke depan dulu. Apakah akan ada perubahan atau bagaimana. Saya pribadi belum berani juga memastikan," jelasnya.

Pihaknya mengaku, untuk wisatawan domestik kendalanya adalah PCR, termasuk juga wisatawan mancanegara kendalanya adalah karantina yang terlalu lama.

"Jadi, kalau sudah hasil negatif mestinya karantina sehari cukup. Kalau libur 7 hari libur, mereka kan dapat menikmati destinasi. Namun jika karantina 5 hari, wisatawan hanya menikmati libur 2 hari saja," ucapnya sembari mengatakan iya semoga ke depan menjadi lebih baik pertumbuhan ekonomi kita. (*)

Berita lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved