Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Badung Akan Tingkatkan Kapasitas TPST Mengwitani Menjadi 300 Hingga 400 Ton Per Hari

Pemerintah Kabupaten Badung kini mulai mempersiapkan diri untuk mengelola sampah secara mandiri.

Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Karsiani Putri
I Komang Agus Aryanta
Beberapa petugas saat mengolah sampah di TPST Mengwi Kabupaten Badung 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten Badung kini mulai mempersiapkan diri untuk mengelola sampah secara mandiri.

Bahkan Badung sendiri melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat akan bekerja sama dengan pihak ke tiga untuk melakukan pengolahan sampah.

Baca juga: Dishub Badung Turunkan 181 Personil Guna Antisipasi Kunjungan Wisatawan Melalui Jalur Darat 

Baca juga: Ketua PHRI Badung: Rata-rata Okupansi Hotel di Bali Saat Ini Hanya 20 Hingga 25 Persen

Salah satunya, yakni pengolahan sampah yang ada di TPST Mengwitani bakal limpahkan ke pihak ketiga dan kapasitas akan ditingkatkan.

 Hal itu dilakukan setelah adanya penutupan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Suwung.

Kepala Dinas DLHK Badung, I Made Puja mengatakan  TPST Mengwitani yang berada di sebelah Terminal Tipe A Mengwi kapasitasnya akan ditingkatkan.

Kini TPST tersebut hanya mampu mengolah sampah berkisar 15 ton per hari, sehingga akan ditambah menjadi 300-400 ton perhari. 

"Jadi pengolahan akan dilakukan pihak ke tiga, alat yang sudah ada saat ini pun akan digabung dengan alat yang dimiliki oleh pihak ketiga yang akan menangani sampah tersebut," katanya Jumat 29 Oktober 2021.

Pihaknya mengatakan  ketika TPA Suwung ditutup, Badung sudah siap dengan pengolahan sampah secara mandiri.

Pasalnya tidak mungkin di Bandung membuat TPA.

Untuk itu, dibuat pengolahannya.

Sistem pengolahan sampah yang akan diterapkan di TPST  itu akan mengadopsi sistem pengolahan di TPST Samtaku Jimbaran.

Pihaknya juga memastikan, TPST bebas dari bau sampah meski berkapasitas besar.

Baca juga: Cuti Bersama Natal 2021 Dihapus, Ini Kata Ketua PHRI Badung

"Sekarang sudah ada teknologi. Lagi pula sampah kan tidak ditumpuk tapi diolah, kalau mau pun bisa disemprot dengan untuk menghilangkan bau," tegasnya seraya mengakui sesuai rencana penutupan TPA Suwung akan dilakukan di awal tahun 2022.

Lebih lanjut kata Puja sesuai hasil dari keputusan rapat pada tanggal 27 September 2021 dan rapat dengan Sekda Badung wayan adi Arnawa kemarin, TPST dibangun menggunakan sistem teknologi.

"Kami dari DLHK Kabupaten Badung sudah berkoordinasi dengan PT. Remaja yang akan kita ajak kerjasama dalam penanganan sampah dengan menggunakan teknologi Radial Basis Function (RBF). Lokasi nanti akan menggunakan aset Pemkab Badung berupa tanah dan bangunan," ujarnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved