Breaking News:

Berita Buleleng

Harga Minyak Goreng di Buleleng Melambung Diatas HET Sejak Seminggu

Hal ini disebabkan lantaran jumlah panen kelapa sawit di Indonesia menurun, sehingga berdampak pada melambungnya harga minyak goreng di pasaran

Istimewa
Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disdagperinkop) dan UMK Buleleng saat melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok jelang Galungan-Kuningan. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Harga Minyak goreng di Buleleng melambung diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dari pantauan yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disdagperinkop) dan UMK Buleleng, harga minyak goreng naik menjadi Rp 16.200 hingga Rp 18 ribu per liter.

Kepala Disdagperinkop dan UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta dikonfirmasi Senin (8/11/2021) mengatakan, kenaikan harga minyak goreng ini terjadi sejak seminggu belakangan.

Hal ini disebabkan lantaran jumlah panen kelapa sawit di Indonesia menurun, sehingga berdampak pada melambungnya harga minyak goreng di pasaran.

Baca juga: Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng Lirik Mata Air di Pura Taman Alit untuk Dimanfaatkan

Dimana, menurut pemantauan yang dilakukan oleh pihaknya, harga minyak goreng curah di pasaran saat ini mencapai Rp 16.200 per liter, dari sebelumnya  dari sebelumnya Rp 13 ribu per liter.

Sementara harga minyak goreng kemasan mencapai Rp 18 ribu per liter, dari sebelumnya Rp 17 ribu per liter.

"Kenaikan ini karena pasokan kelapa sawitnya di Indonesia berkurang, sehingga mempengaruhi fluktuasi harga.

Pemerintah pusat saat ini sedang berupaya mengatasi persoalan ini, agar harga minyak goreng bisa kembali stabil," ucapnya.

Sementara terkait daging saat hari raya Galungan dan Kuningan ungkap Sudiarta masih stabil.

Dimana untuk harga daging babi kualitas I saat ini sebesar Rp 95 ribu per kilogram.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved