Berita Bali
Apa yang Dilakukan Saat Merayakan Umanis Galungan?
Sehari setelah hari raya Galungan, Kamis 11 November 2021, umat Hindu merayakan Umanis Galungan
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sehari setelah hari raya Galungan, Kamis 11 November 2021, umat Hindu merayakan Umanis Galungan, tepatnya pada Kamis (Wraspati) Umanis wuku Dunggulan.
Dalam merayakan Umanis Galungan ini biasanya masyarakat akan melakukan berbagai aktivitas.
Salah satunya yakni silaturahmi dengan sanak keluarga, melukat, dan adapula yang mengunjungi tempat wisata.
Namun, perayaan Umanis Galungan ini tak hanya dilakukan dengan melakukan aktivitas secara sekala.
Baca juga: Rahajeng Umanis Galungan, Tak Hanya Pergi ke Tempat Wisata, Ini yang Seharusnya Dilakukan Hari Ini
Seperti silaturahmi ataupun ke tempat wisata, akan tetapi perlu diimbangi dengan aktivitas niskala.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua PHDI Bali Pinandita Ketut Pasek Swastika.
“Manis Galungan kita mengucapkan rasa angayubagia dengan bersenang-senang, dengan silaturahmi.
Ini wujud rasa bahagia kita setelah merayakan kemenangan dengan mengunjungi tetangga, saudara, keluarga.
Dan diakhiri melakukan persembahyangan ke Pura Kawitan atau pedarman. Itu mesti dilaksanakan,” katanya.
Sehingga kata ngiring melancaran saat Umanis Galungan bukan hanya bersenang-senang secara niskala saja.
Namun juga perlu keseimbangan atau harmonisasi antara religius dan spiritual sekala maupun niskala.
“Karena itu kalau kita di Bali dan dekat dengan pedarman, tangkil ke sana.
Kalau misalnya tidak bisa, lakukan sembah bakti di merajan masing-masing.
Nah itulah makanya di merajan ada palinggih Padmasari yang ada ornamen angsanya,” katanya.
Baca juga: Umanis Galungan Tak Hanya Bersenang-senang ke Tempat Wisata, Namun Juga Tangkil ke Pura Kawitan