Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

KISAH Devi, Tukang Parkir di Denpasar, Hidupi 3 Anak, Terpaksa Ajak Bayinya Umur 9 Bulan Bekerja

Suaminya sendiri baru saja bekerja hari ini menjadi seorang buruh bangunan setelah enam bulan menganggur karena memiliki keluhan sesak nafas.

Tayang:
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Luh Putu Wahyuni Sari
Juru Parkir Devi (40) yang mengajak bayinya ketika bekerja menjaga parkir. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – 'Kasih Ibu Kepada Beta Tak Terhingga Sepanjang Masa, Hanya Memberi Tak Harap Kembali. Bagai Sang Surya Menyinari Dunia'.

Mungkin Tribunners familiar dengan sepenggal lirik lagu tersebut.

Memang sejatinya kasih sayang seorang ibu kepada anak-anaknya tidak bisa diukur dengan apapun. Seperti kisah salah satu tukang parkir di Kota Denpasar ini. 

Di tengah mendungnya Kota Denpasar sore itu, Kamis 11 November 2021 tak menyurutkan semangat, Devi (40) seorang juru parkir untuk bekerja merapikan kendaraan-kendaraan yang singgah disalah satu tempat makan yang berada di Jalan Yangbatu, Renon, Denpasar. 

Tak sendiri, Devi mengajak buah hatinya yang baru berumur 9 bulan bekerja sebagai juru parkir.

Baca juga: KISAH Nyoman Mamben, Ajak Bayi Berumur 2 Bulan Mengasong hingga Terbakar Terik di Jalanan Denpasar

Baca juga: Putra Vanessa Angel Terbang ke Jakarta, Sosok ini Sudah Menunggu Bayi Tak Berdosa itu di Jakarta

Bulan tanpa alasan, ia terpaksa mengajak bayi perempuannya bekerja karena tidak ada yang dapat mengasuh anaknya dirumah.

Devi sendiri sebelumnya sudah memiliki dua anak dimana anak pertamanya sudah berumur 18 tahun, dan anak keduanya berumur 12 tahun.

Kini anak Devi berjumlah tiga orang, yakni dua laki-laki dan satu perempuan. 

"Anak-anak saya yang lagi dua gak (tidak) mau ngajak adeknya yang bayi. Jadi terpaksa saya bawa bekerja," katanya pada, Kamis (11 November 2021). 

Suaminya sendiri baru saja bekerja hari ini menjadi seorang buruh bangunan setelah enam bulan menganggur karena memiliki keluhan sesak nafas.

Perempuan yang berasal dari Parijatah, Banyuwangi tersebut juga menuturkan baru dua bulan menjadi tukang parkir.

Sebelumnya ketika ia sedang mengandung anak ketiganya, Devi menyambung hidup dengan berjualan keliling.

Lalu menggantikan posisi suaminya untuk menjadi juru parkir karena suaminya sempat sakit sesak. 

Baca juga: Orang Tua yang Anaknya Masih Kecil Harus Baca, Ini 8 Penyebab Demam pada Bayi

Baca juga: Warga Desa Adat Tauka Karangasem Dibuat Geger dengan Penemuan Jenazah Bayi Laki-laki

"Dari dulu saya hamil sambil kerja. Asli Banyuwangi, Parijata. Suami asli Bali terus mualaf (masuk islam). Sekarang sudah berhenti jadi juru parkir suami saya. Sekarang suami baru bekerja sehari menjadi buruh proyek ikut teman. Proyek kecil-kecilan daripada gak kerja. Sebelumnya nganggur 6 bulan. Alhamdulillah suami saya sudah sembuh semenjak berobat ke pengobatan alternatif ke Kiai," ceritanya sambil menangis. 

Ditempatnya bekerja, Devi juga membawa kereta dorong bayi untuk bayinya.

Sambil memarkirkan kendaraan Devi juga memberikan susu formula yang sudah diseduh didalam botol susu untuk anaknya.

Diajak bekerja hingga larut malam, Devi mengaku anaknya tidak pernah rewel. 

"Susu anak saya formula juga ASI, biar tidak menganggu saya kerja. Kadang kalau susu formulanya habis saya kasih ASI saya saja. Anak saya jarang rewel mbak," sambungnya. 

Ibu dari tiga anak tersebut berjaga parkir setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 22.00 Wita.

Namun jika hujan turun, Devi biasanya tidak berjaga parkir karena harus mengajak anaknya yang masih bayi.

Dalam sehari, Devi bisa mendapatkan keuntungan bersih parkir hanya Rp. 30 ribu.

Dan tentunya uang tersebut tidak cukup untuk kebutuhan sehari-harinya dirumah bersama suami dan tiga anaknya.

Terlebih saat ini ia sudah menunggak membayar kos dua bulan karena tidak memiliki uang. 

Baca juga: Satu Keluarga Ditetapkan Jadi Tersangka, Malu Punya Anak Tanpa Ayah, Bayi Tak Berdosa Dibuang

Baca juga: Yayasan Sayangi Bali Bagikan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Pandemi, Terutama yang Punya Bayi

"Disini sama suami sama anak ngekos, syaa dua bulan sudah nunggak bayar kost. Sebulan bayar Rp. 500 ribu belum sama listrik. Yang bulan kemarin listrik sekitar 280 ribu," sebutnya. 

Devi sendiri sudah tinggal di Bali sejak Tahun 2008.

Untuk administrasi, ia dan keluarganya sudah beridentitas Bali.

Alasan suaminya mencari pekerjaan yang baru karena ingin fokus untuk membayar sewa kost.

Sedangkan Devi menggantikan posisi suaminya sebagai juru parkir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved