Breaking News:

Kasus Dugaan Suap DID Tabanan 2018

Kejari Tabanan Siap Bantu Beri Data dan Informasi Terkait Dugaan Korupsi Eks Bupati Tabanan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan siap membantu tim dari KPK jika diminta untuk membantu dalam hal kelengkapan data dan informasi

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Foto : Bupati Tabanan Periode 2010-2020 Ni Putu Eka Wiryastuti saat menggunakan hak pilihnya di Banjar Tegeh, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Tabanan, April 2019 lalu. 

TRIBUN-BALI,COM, TABANAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan siap membantu tim dari KPK jika diminta untuk membantu dalam hal kelengkapan data dan informasi yang terkait dengan kasus dugaan korupsi Bupati Tabanan Periode 2010-2020, Ni Putu Eka Wiryastuti dan Staf Khususnya I Dewa Nyoman Wiratmaja. 

Untuk diketahui bahwa Mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan Stafsusnya Dewa Nyoman Wiratmaja dikabarkan menjadi tersangka seperti dalam surat dengan nomor: R/143/ATR 002.01/26/10/2021 terkait dugaan tindak pidana korupsi pemberian sesuatu hadiah atau janji kepada pegawai negeri sipil atau penyelenggara negara terkait pengurusan dana insentif daerah (DID) Kabupaten Tabanan tahun 2018.

Baca juga: KPK Periksa Mantan Bupati Tabanan, Bungkam Saat Ditanya Wartawan terkait Kasus Suap DID Tahun 2018

Bahkan Dewa Nyoman Wiratmaja sudah sempat diperiksa pada Jumat 5 November 2021 pekan lalu dengan status sebagai saksi. 

"Kalau kita kan pada intinya tidak masuk ke pokok perkara ya. Hanya sebatas untuk mencari data dan lainnya kita siap."

"Kita tidak masuk ke konteks perkaranya. Intinya kita siap dan bisa membantu dalam hal data yang diperlukan," ungkap Kepala Seksi Inteligen (Kasi Intel) Kejari Tabanan, Pande Putu Mahaputra saat dikonfirmasi, Kamis 11 November 2021 malam. 

Pande yang juga merupakan Humas Kejari Tabanan ini melanjutkan, sejauh ini masih belum ada permintaan terkait hal tersebut.

Namun, jika nantinya ada permintaan untuk membantu dalam hal data dan informasi siap membantu tim dari Gedung Merah Putih KPK itu.

"Artinya kita tidak masuk ke konteks perkaranya, tapi jika untuk data dan informasi kita siap membantu. Karena jika untuk konteks perkaranya kan kewenangan dari KPK," tandasnya. 

Baca juga: Breaking News: Mantan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti Datangi KPK

Terpisah, Perbekel Desa Angseri, I Nyoman Warnata enggan berkomentar terkait salah satu warga yang dikabarkan menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Dia hanya menyatakan, Ni Putu Eka Wiryastuti beserta keluarganya memang jarang beraktivitas di kampung halamannya Banjar Tegeh, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Tabanan.

"Mohon maaf sekali, kalau terkait itu (kasus Eka Wiryastuti) saya tidak bisa memberikan informasi," katanya. 

"Ya kalau di rumah kediaman di kampung (Banjar Tegeh) memang jarang ada kegiatan. Artinya jarang sekali beliau di kampung," imbuhnya.

Hingga saat ini, publik khususnya masyarakat Tabanan masih menunggu pernyataan resmi dari KPK terkait penetapan tersangka Ni Putu Eka Wiryastuti yang merupakan anak dari Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama serta Stafsusnya Dewa Nyoman Wiratmaja. (*)

Berita lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved