Breaking News:

Berita Buleleng

Dewan Usul Koperasi Jual Arak, Petani di Buleleng Terkendala Pemasaran Produk

Dewan mendesak koperasi di Buleleng, Bali, menyerap produksi arak para petani, para petani mengeluh

Ratu Ayu Astri Desiani
Anggota Komisi III DPRD Buleleng, Wayan Soma Adnyana - Dewan Usul Koperasi Jual Arak, Petani di Buleleng Terkendala Pemasaran Produk 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dewan mendesak koperasi di Buleleng, Bali, menyerap produksi arak para petani.

Sejak pandemi Covid-19 ini, para petani mengeluh karena hotel dan restoran sebagai target pasar banyak yang tutup.

Anggota Komisi III DPRD Buleleng, Wayan Soma Adnyana mengatakan, sejak pandemi Covid-19 ini, para petani arak khususnya yang ada di wilayah Kelurahan Banyuning dan Desa Penglatan kesulitan untuk memasarkan produknya.

Padahal sebelum pandemi, arak yang dihasilkan sering diserap oleh salah satu pabrik yang ada di wilayah Banjar Dinas Selombo, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula untuk diolah kembali menjadi vodka.

Baca juga: Petani Keluhkan Sulitnya Memasarkan Produk, Dewan Desak Agar Koperasi Serap Produksi Arak Petani 

Produk vodka yang dihasilkan bisa dipasarkan hingga keluar negeri.

"Sekarang karena pandemi, pabriknya itu tidak bisa melakukan pengiriman ke hotel, restoran maupun ke luar negeri," ujar Soma saat mengikuti rapat dengar pendapat bersama Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disdagperinkop) dan UMK Buleleng, Jumat 12 November 2021.

"Jadi saya harap koperasi-koperasi di Buleleng ini bisa menyerap arak yang diproduksi oleh para petani. Apalagi nanti kalau sudah tidak ada pandemi, para petani arak kan bisa membentuk kelompok dalam wadah koperasi, agar lebih sejahtera," sambung dia.

Sementara itu, Kepala Disdagperinkop dan UMK Buleleng, Dewa Made Sudirata mengatakan, sejauh ini koperasi memang tidak boleh memasarkan atau membuat produk minuman beralkohol karena tidak memiliki izin.

Arak hanya bisa diproduksi oleh pelaku industri yang sudah mengantongi Izin Usaha Industri (IUI).

Sudiarta menyebut sejauh ini baru ada satu koperasi yang ada di wilayah Desa Les, Kecamatan Tejakula, yang telah menyerap bahan arak dari para petani.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved