Breaking News:

Berita Bali

DPRD Bali Soroti Proyek Shortcut yang Minim Libatkan Tenaga Kerja Lokal,Sebut Akan Sidak ke Lapangan

Namun nyatanya hingga saat ini baru dua warga lokal di Desa Gitgit yang dipekerjakan dalam mega proyek senilai Rp 145.5 Miliar itu

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Ketua Komisi III DPRD Bali, Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana 

Dua warganya itu bekerja sebagai waker serta tenaga lapangan yang mengatur lalu lintas. Arcana pun mengaku kecewa dengan kondisi ini.

Pasalnya, saat acara peletakan batu pertama pada Kamis (2/9/2021) lalu, Gubernur Bali Wayan Koster sempat menyebutkan jika pembangunan shortcut ini akan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar, dengan melibatkan warga lokal sebagai pekerjanya.

"Ternyata setelah pembangunan dimulai, pekerjanya sebagian besar dari Jawa. Warga kami hanya dua orang yang dilibatkan. Padahal Pak Gubernur sempat berpesan kepada pihak rekanan yang menggarap proyek ini, agar pekerja yang dilibatkan adalah warga lokal," keluhnya.

Atas kondisi ini, Arcana mengaku sudah sempat mendesak agar warganya ikut dipekerjakan dalam proyek tersebut.

Baca juga: DPRD Bali Harap BUPDA Tak Benturan Kepentingan dengan BUMDes

Namun desakan itu hanya sebatas ia sampaikan kepada mandor-mandor yang ia temui di lokasi proyek.

Itu lah sebabnya mengapa keluhan tersebut  hingga saat ini belum ditindaklanjuti.

Dalam waktu dekat, Arcana mengaku akan segera menyampaikan keluhan dari warga itu kepada Dinas PUPR Bali.

"Saya sempat menyampaikan keluhan itu kepada pekerja proyek yang saya temui di lapangan, tapi belum ada tindak lanjutnya. Saya memang hanya sekelas Perbekel, agak sulit untuk ketemu dengan bos pemenang tendernya. Tapi nanti saya akan coba sampaikan keluhan warga ini ke Dinas PUPR Bali," jelasnya.

Arcana menyebut, saat ini  pengerjaan proyek tersebut sudah masuk di wilayah Banjar Dinas Wirabhuwana, Desa Gitgit, dimana pihak pekerja saat ini sedang membuat badan jalan.

"Jumlah warga kami di Desa Gitgit itu sekitar 1.700 KK. Masak yang dipekerjakan dalam proyek itu hanya dua orang. Kami tentu sangat berharap pemenang tender itu bisa lebih banyak mempekerjakan warga kami, agar ekonomi masyarakat bergerak di tengah situasi pandemi Covid ini," tutupnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved