Breaking News:

Berita Denpasar

Ditangkap di Kosnya Usai Menempel Sabu, Agung Balasiwa Menerima Ketika Divonis 7 Tahun Penjara

Terdakwa Komang Agung Balasiwa (21) dijatuhi pidana penjara selama tujuh tahun oleh majelis hakim.

Penulis: Putu Candra | Editor: Karsiani Putri
Putu Candra
Terdakwa Balasiwa saat menjalani sidang vonis secara daring di PN Denpasar.  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa Komang Agung Balasiwa (21) dijatuhi pidana penjara selama tujuh tahun oleh majelis hakim.

Putusan yang dijatuhkan majelis hakim sama dengan tuntutan yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Pria kelahiran Denpasar 12 Januari 2000 ini dijatuhi hukuman penjara karena terbukti bersalah terlibat peredaran narkotik golongan I jenis sabu.

Diketahui, Agung Balasiwa ditangkap di kosnya di seputaran Ubung, Denpasar usai menempel paket sabu.

Baca juga: Ditangkap Usai Beli Sabu di Badung Bali, WN Rusia Ini Pikir-pikir Usai Divonis 4 Tahun Penjara

Baca juga: Kuasai Belasan Paket Sabu yang Dikemas Bungkus Permen, Arlan Roestam Menerima Dihukum 6,5 Tahun

Baca juga: Politeknik Nasional Membuka Program Magang ke Singapura, Hadirkan Berbagai Benefit Bagi Mahasiswa 

Amar putusan dibacakan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi dalam sidang yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis, 18 Pebruari 2021.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh tahun dikurangi selama berada dalam tahanan. Denda Rp1 miliar subsider tiga bulan penjara," tegas Hakim Ketua Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi. 

Terdakwa Agung Balasiwa dinyatakan telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotik sebagaimana Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang R.I Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotik. 

Baca juga: Didatangi Lima Perampok, Suami Disabet Senjata Tajam, Sang Istri Dipaksa Layani Berhubungan Badan

Baca juga: Kuasai Belasan Paket Sabu yang Dikemas Bungkus Permen, Arlan Roestam Menerima Dihukum 6,5 Tahun

Baca juga: Gerhana Bulan Sebagian Akan Terjadi 19 November 2021, Catat Waktu, Wilayah, dan Cara Menyaksikannya

Terhadap putusan majelis hakim tersebut, terdakwa didampingi penasihat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi menyatakan menerima.

"Terdakwa menerima, Yang Mulia," ucap Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum.

Pun, JPU mengatakan hal senada. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved