Breaking News:

Berita Denpasar

Ada 93 Usaha Ditutup Sementara di Denpasar, Rekap Hasil Operasi Yustisi Prokes 2020-2021

Kegiatan sidak prokes masih berjalan hingga kini sekalipun Provinsi Bali, termasuk di dalamnya Kota Denpasar berada di PPKM level 2

Tribun Bali/Rizal Fanany
Petugas Satpol PP menggelar Sidak Yustisi Protokol Kesehatan di kawasan Jalan Gunung Kawi, Denpasar, Minggu 21 November 2021. Sidak yustisi digelar rutin jelang Nataru karena banyaknya warga yang beraktivitas di luar rumah - Ada 93 Usaha Ditutup Sementara di Denpasar, Rekap Hasil Operasi Yustisi Prokes 2020-2021 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kegiatan sidak protokol kesehatan (prokes) masih berjalan hingga kini sekalipun Provinsi Bali, termasuk di dalamnya Kota Denpasar, berada di PPKM level 2.

Kegiatan yang dilakukan hampir setiap hari ini menjaring warga masyarakat yang tidak menaati prokes.

Merujuk pada data di lembaganya, Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Dewa Sayoga mengatakan, bahwa dari tahun 2020 hingga 2021 (terakhir 19 November 2021), jumlah pelanggar prokes di Kota Denpasar sebanyak 5.982 orang.

Rinciannya, pelanggar yang didenda sebanyak 1.404 orang, dan mendapat pembinaan 4.068 orang.

Baca juga: Patroli Gabungan di Wilayah Kota Denpasar, Petugas Ingatkan Prokes dan Cegah Gangguan Kamtibmas

"Kegiatan stationer dilaksanakan di Pasar Tumpah Jalan Gunung Kawi, dan Pasar Tumpah Pulau Kerthi Denpasar.Sedangkan untuk kegiatan mobiling dilaksanakan dengan keliling menuju jalan-jalan yang dianggap berpotensi terjadinya pelanggaran dan bergabung dengan tim Aman Nusa Polresta Denpasar. Dalam kegiatan mobiling juga dilaksanakan calling (seruan/imbauan) di sepanjang jalan yang dilalui," ungkap Sayoga, Minggu 21 November 2021.

Mengenai pelaku usaha yang melanggar prokes, sebanyak 275 dibina dan 93 usaha ditutup sementara.

Menurut Sayoga, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat hampir setiap hari.

"Kita setiap hari sosialisasi dan edukasi baik secara langsung, maupun virtual. Untuk kampanye selalu mengikuti protokol kesehatan dengan 5M dan secara rutin tim selalu mengingatkan hal tersebut. Memakai masker, mencuci tangan mengurangi kerumunan setiap saat sudah dikumandangkan. Membagikan masker juga sudah kita lakukan di setiap melakukan kegiatan," paparnya.

Sementara itu, salah satu warga yang terjaring operasi yustisi pada Minggu 21 November 2021 mengatakan, ia jera dan berjanji akan menaati protokol kesehatan.

Ia mengaku salah menggunakan masker, karena terburu-buru untuk pergi bekerja.

"Saya terjaring karena salah menggunakan masker. Tadi buru-buru mau kerja. Ke depan saya berjanji tidak akan salah lagi menggunakan masker," jelas warga yang taak mau disebut namanya itu.(*).

Baca juga: Dilakukan Hampir Setiap Hari, Sidak Prokes di Denpasar Telah Jaring 5.982 Orang

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved