Breaking News:

Berita Tabanan

Gedung LPSE Ambruk Rencana Dihapuskan, Pemkab Tabanan Mulai Data Bangunan Tua Perlu Perbaikan

"Coba kita lihat dulu kondisinya ya. Dari laporan awal, mungkin akan dilakukan penghapusan bangunan dan mungkin ada rencana lain,"

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Kondisi atap bangunan gedung LPSE Tabanan di areal Kantor Bupati Tabanan yang ambruk, Minggu 21 November 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Puing-puing kayu reruntuhan atap bangunan gedung Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Tabanan masih belum dibersihkan, Senin 22 November 2021.

Secara umum, masih belum dilakukan tindakan lanjutan pasca gedung yang diperuntukkan untuk aktivitas lelang barang dan pengadaan jasa ambruk Minggu 21 November 2021 kemarin.

Namun, atas kejadian tersebut, Pemkab Tabanan berencana menghapuskan gedung tersebut jika dirasa kondisi tersebut rusak berat.

"Coba kita lihat dulu kondisinya ya. Dari laporan awal, mungkin akan dilakukan penghapusan bangunan dan mungkin ada rencana lain," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan, I Gede Susila saat dimintai keterangan Senin 22 November 2021.

Menurutnya, pihaknya masih belum melaporkan terkait rencana kedepan bangunan tersebut ke Bupati Tabanan.

Baca juga: Gedung LPSE di Tabanan Ringkih Dimakan Usia, Langsung Ambruk Ketika Diterpa Hujan

Baca juga: Dibangun Belasan Tahun Lalu, Atap Gedung LPSE Pemkab Tabanan Ambruk

Namun, jika melihat kondisi gedung saat ini yang rusak berat tersebut bisa saja dihapuskan. 

"Kita belum lapor ke bapak Bupati gimana rencananya. Kalau memang kondisinya rusak berat kan susah kita, atau mungkin Pak Bupati juga punya rencana lain," katanya.

Disinggung mengenai bangunan lain yang kondisinya sama dengan LPSE Tabanan, dia mengelak berkomentar lebih banyak.

Pihaknya menyerahkan ke stafnya yakni Asisten II Sekda untuk mengecek seluruh gedung yang ada.

Terpenting, pihaknya mewanti kepada semua OPD untuk tetap waspada akan terjadinya hal serupa.

"Saya belum lihat datanya, tapi untuk menjaga keamanan di musim hujan ini kami harapkan untuk tetap waspada. Dan jika memang ada bangunan yang sudah tua dan perlu perbaikan akan kita tindaklanjuti atau kita usahakan perbaiki," ungkapnya.

Pihaknya mengaku sudah menyiapkan tempat lain yang akan digunakan untuk aktivitas pegawai di gedung tersebut.

Terpaksa digeser ke gedung sebelah atau gedung pertemuan yang lokasinya di sebelah bangunan ambruk tersebut.

"Usianya (gedung) saya kurang tau pasti, yang jelas sudah puluhan tahun itu," tandasnya.

Baca juga: Angkutan Siswa Kembali Beroperasi, Suyasa Bersyukur Akhirnya Memiliki Penghasilan

Sebelumnya, tak lama setelah digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pemkab Tabanan kembali digegerakan dengan peristiwa bencana alam di kantornya.

Pemkab Tabanan digegerkan dengan ambruknya gedung Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Hari Umanis Kuningan, Minggu 21 November 2021.

Bangunan yang terletak di sebelah selatan Bagian Setda Pemkab Tabanan ini mengalami ambruk pada bagian atapnya.

Diperkirakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. 

Menurut pantauan di lokasi, sejumlah pegawai dan petugas BPBD Tabanan telah melakukan evakuasi barang-barang penting seperti komputer, berkas penting, dan lainnya.

Selain itu, informasi lain menyebutkan kemungkinan bangunan tersebut sudah memiliki usia yang lumayan lama yakni puluhan tahun lalu.

Kemudian jika dilihat di TKP, beberapa atap yang terbuat dari kayu sebagain sudah lapuk.

Kemudian ketika didera hujan deras, mungkin atap tak kuat lagi dan ambruk.

Kemungkinan, kerugian ini diperkirakan hingga ratusan juta rupiah meskipun saat ini masih belum diketahui pasti berapa jumlah kerugiannya.

Beruntungnya, tidak ada kejadian saat peristiwa ini terjadi mengingat terjadi saat hari libur.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved