Breaking News:

Berita Jembrana

Evakuasi Material Longsor di Desa Pengeragoan Gunakan Alat Berat, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada 

Dalam beberapa hari terakhir ini, hampir di seluruh lima Kecamatan Kabupaten Jembrana diguyur hujan lebat dan cuaca ekstrem.

Istimewa/ Dok. Polsek Pekutatan
Proses evakuasi longsoran tanah di Badingkayu dengan alat berat. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Dalam beberapa hari terakhir ini, hampir di seluruh lima Kecamatan Kabupaten Jembrana diguyur hujan lebat dan cuaca ekstrem.

Akibat dari hujan lebat itu, bencana alam tanah longsor, banjir, maupun kayu tumbang terjadi.

Salah satu bencana longsor terjadi di shortcut menuju Banjar Badingkayu Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan yang menimbulkan gangguan Kamtibmas.

Baca juga: Akibat Guyuran Hujan Deras, Longsor Terjadi di Badingkayu dan Tutup Akses Jalan 

Baca juga: PT PLN (Persero): Standardisasi Akan Percepat Transisi Ekosistem Kendaraan Listrik

Baca juga: DISKON! Promo JSM Indomaret 26-28 November 2021, Mie Sedaap Goreng Ayam Bakar Limau Beli 3 Gratis 1

Kapolsek Pekutatan Kompol I Nyoman Susila mengatakan, bahwa pihaknya melakukan evakuasi bersama aparat lainnya untuk evakuasi bencana alam tanah longsor di Dusun Badingkayu, Desa Pengeragoan.

Musibah tanah longsor ini terjadi akibat hujan lebat secara terus-menerus mengguyur wilayah Pekutatan Kamis, 25 November 2021 kemarin yang membuat runtuhan tanah jatuh menutupi jalan umum. 

Baca juga: Akibat Guyuran Hujan Deras, Longsor Terjadi di Badingkayu dan Tutup Akses Jalan 

"Kami telah berkoordinasi dengan BPBD untuk bersama-sama memindahkan material longsor yang menutupi jalan raya. Kemarin sudah kami telah cek lokasi bersama Bapak Camat, Bapak Danramil, dan beserta anggota untuk memudahkan nantinya dalam pemindahan material tersebut," ucapnya, Jumat, 26 November 2021.

Atas hal ini, sudah ada alat berat yang digunakan mengevakuasi material tanah dan juga sudah kayu pohon dipotong dengan alat pemotong kayu. 

Pihaknya mengimbau saat ini cuaca ekstrem masih melanda wilayah Kabupaten Jembrana karena itu masyarakat diharapkan untuk berhati-hati, baik yang dalam perjalanan maupun di rumah tempat tinggalnya untuk waspada bencana banjir maupun tanah longsor.

“Kami imbau tetap berhati-hati,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra mengatakan, bahwa kegiatan evakuasi sudah dilakukan, dan hingga siang ini masih terus dilakukan untuk evakuasi tersebut.

Longsoran sendiri menutup akses jalan pada shortcut Banjar Badingkayu. 

Lebar longsoran 7 meter panjang 12 meter dan ketebalan 3 meter dengan tinggi tebing 12 meteran.

“Kemarin belum bisa, sekarang baru dapat karena kondisi cukup memungkinkan dan masih dilakukan. Nanti kami laporkan kembali,” bebernya. 

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved