Breaking News:

Berita Buleleng

Video Viral Pernikahan Gede Sukrada-Laksmi Dilaporkan LSM, Ini Tanggapan Jem tatto

Video yang dibuat oleh musisi asal Buleleng, Ketut Agus Suadnyana alias Jem Tatto di channel Youtubenya itu berhasil ditonton oleh warga net hingga

Surya Malang
ilustrasi pernikahan. Video Viral Pernikahan Gede Sukrada-Laksmi Dilaporkan LSM, Ini Tanggapan Jem tatto 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Konten pernikahan Gede Sukrada dengan Ni Luh Laksmi menghebohkan warga net.

Video yang dibuat oleh musisi asal Buleleng, Ketut Agus Suadnyana alias Jem Tatto di channel Youtubenya itu berhasil ditonton oleh warga net hingga 215 ribu kali tayang.

Namun selain mendapat dukungan dari warga net,  video berdurasi sembilan menit tiga puluh detik itu juga menuai protes dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Masyarakat Untuk Penegakan Hukum dan Keadilan (KoMPAK).

Dikonfirmasi pada Kamis (2/12/2021), Ketua LSM KoMPAK,  I Nyoman Angga Saputra Tusan mengatakan, pernikahan sejatinya sesuatu yang sakral, dan tidak semestinya dijadikan sebagai bahan candaan untuk kepentingan konten di Youtube.

Baca juga: Gaet Wisatawan Domestik, Dispar Buleleng Rancang Event Olahraga pada 2022

"Pernikahan adat Bali itu sakral. Jangan dijadikan pernikahaan itu fiktif sebagai bahan candaan. Konten itu menurut kami cukup meresahkan," ucapnya.

Untuk itu pada Rabu kemarin, Angga menyebut pihaknya telah melaksanakan pertemuan dengan Majelis Desa Adat (MDA) Buleleng dan PHDI Buleleng.

Ia meminta kepada MDA dan PHDI Buleleng untuk segera menindaklanjuti video tersebut.

"Dari hasil pertemuan dengan MDA dan PHDI Buleleng, mereka katanya akan segera menindaklanjuti hal tersebut. Kami sih tidak memberikan batas waktu, tapi kalau MDA dan PHDI tidak bergerak, kami akan laporkan konten pernikahan fiktif ini ke Polres Buleleng," ucapnya.

Sementara Jem Tatto dikonfirmasi terpisah mengaku laporan yang dilayangkan oleh LSM KoMPAK kepada MDA dan PHDI terkait konten videonya itu terlalu berlebihan, karena menganggap video itu seperti sebuah tindakan kriminal.

Bahkan ia juga sangat menyayangkan jika MDA dan PHDI Buleleng menanggapi laporan dari LSM tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved