Breaking News:

Berita Tabanan

Sepeda Motor Made Budiasih Digondol Maling di Tabanan, Harta Satu-Satunya Milik Keluarga Korban

Pihak Polsek Marga kini sedang melakukan penyelidikan dan diduga motor tersebut raib dengan modus pelaku menggunakan kunci palsu.

tribunnews
ilustrasi pencurian 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Peristiwa pencurian sepeda motor (curnmor) kembali terjadi di wilayah hukum Polres Tabanan.

Kali ini korbannya berasal dari Banjar Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga.

Korban bernama NI Made Budiasih (54) kehilangan sepeda motor maticnya warna putih biru Minggu 5 Desember 2021.

Pihak Polsek Marga kini sedang melakukan penyelidikan dan diduga motor tersebut raib dengan modus pelaku menggunakan kunci palsu.

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut bermula saat korban Ni Made Budiasih memarkir sepeda motornya di tempat parkir dengan keadaan terkunci Minggu 5 Desember 2021 pagi sekitar pukul 07.00 Wita.

Baca juga: Spasojevic Garang Bersama Bali United dan Diincar Sejumlah Tim Asia, Agen GB: Dia Fokus di BU

Baca juga: Oknum Dosen Unsri Akui Lecehkan Mahasiswi Saat Bimbingan Skripsi di Laboratorium, Alasannya Khilaf

Selanjutnya, korban yang petani perkebunan ini meninggalkan sepeda motornya untuk mencari rumput untuk pakan ternak dan kerja di sawah. 

Namun, ketika hendak beristirahat sekitar pukul 13.00 Wita salah satu saksi yang merupakan suaminya I Made Badra datang ke korban untuk menannyakan sepeda motornya.

Awalnya korban menjawab dengan santai, namun ketika Saksi menyatakan sepeda motornya tidak ada korban mulai panik.

Pasalnya, sebelum ia bekerja sepeda motornya terpakir dengan kondisi terkunci. 

Saksi juga menyatakan sekitar pukul 11.30 Wita, sepeda motor tersebur masih ada di tempat semula atau pinggi Jalan Pinge-Apuan, Banjar Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga.

Namun selang 1 jam kemudian sepeda motornya sudah tidak ada, kemudian korban mengecek kunci yang ditaruh digubuk dan kunci masih ada.

Penasaran, keduanya kemudian langsung mengecek sepeda motor di tempat semula dan memang benar tidak ada. 

Akibat kejadian tersebut, korban merugi sekitar Rp 17 Juta lebih.

Baca juga: TERKINI Kasus Subang: Penjelasan Polda Jatim Soal Pemeriksaan Saksi Kemarin, Tersangka Sudah Ketemu?

Baca juga: Pegatwakan, Akhir dari Serangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan Sebentar Lagi

Selanjutnya, korban juga langsung melaporkan kejadian tersebut dalam bentuk pengaduan masyarakat (dumas) bahwa kehilangan sepeda motor matik tahun 2015 dengan warna putih biru. 

Pasca menerima laporan tersebut, pihak kepolisian Polsek Marga langsung melakukan penyelidikan.

Dari penyelidikan sementara, pelaku menggunakan modus operandi mencuri sepeda motor dengan kunci palsu. 

"Nggih, kejadiannya Minggu kemarin di Pinge. Saat ini masih dalam penyelidikan," kata Kapolsek Marga AKP I Gede Budiarta saat dikonfirmasi, Selasa 7 Desember 2021. 

Dia melanjutkan, peristiwa tersebut baru diketahui korbannya pada siang hari, sedangkan sepeda motor sudah parkir sejak pagi hair.

Diduga, kata dia, pelaku beraksi melakukan pencurian sepeda motor korban dengan menggunakan kunci palsu.

Sebab, saat diparkir, sepeda motor korban dalam keadaan terkunci kemudian ditinggal untuk mencari rumput. 

"Dugaan sementara modus yang digunakan pelaku adalah dengan cara menggunakan kunci palsu ke sepeda motor korban," tandasnya.

Itu Hanya Harta Satu-Satunya Milik Korban

Baca juga: Warganet Soroti Penahanan Bripda Randy, Dinilai Cuma Formalitas, Gemboknya Gak Bener

Baca juga: Kasus Subang: Ini Data Lengkap Kegiatan Danu di Hari Kematian Tuti dan Amalia, Ada yang Aneh?

Sementara itu, salah satu kerabat korban, I Wayan Sumerta menuturkan sepeda motor matik warna putih biru tersebut diketahui hilang Minggu 5 Desember 2021 siang.

Dari hasil olah TKP yang dilakukan pihak kepolsiian, riduga sepeda motor tersebut hilang karena pelaku menggunakan kunci palsu. 

Dia juga mengungkapkan, selain ada dugaan menggunakan kunci palsu, seorang warga juga melihat ada yang membawa mobil box.

Sehingga muncul dugaan sepeda motor diangkut dengan mobil box tersebut.

Sebab, jika saat itu kondisi sepesa motor tak bisa starter tangan, melainkan harus stater kaki.

Sehingga jika menggunakam harus menghidupkamnya dengan starter kaki.

Terlebih lagi lokasi TKP kehilangan tersebut sangat sepi pasti akan terdengar oleh korban.

"Salah satu tetangga di sekitar lokasi itu sempat mendengar aktivitas buka tutup pintu mobil. Saya duga perkiraan saya motor korban ini dibawa dengan mobil box itu," tuturnya. 

Dia mengaku sangat prihatin dengan kehilangan yang dialami Ni Made Budiasih.

Sebab, Ni Made Budiasih ini hanya memiliki satu-satunya kendaraan sepeda motor yang sangat berharga baginya.

Apalagi korban sudah ditinggal meninggal dunia oleh suaminya dan kondisi keluarganya juga tergolong kurang mampu. 

Baca juga: Harga Cabai Tembus Rp 60 Ribu di Denpasar, Nasi Kuning Bu Lia Tetap Pertahankan Cita Rasa Pedas 

Baca juga: Presidensi G20, Indonesia Ajak Dunia Capai Pemulihan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan

"Sangat kasian sekali kami dengan korban. Apalagi dengan kondisi ekonominya yang kurang, kemudian hanya punya harta sepeda motor itu saja. Kasian sekali saya," ungkapnya.

Pihaknya sangat berharap pihak kepolisian bisa melakukan pengungkapan dan mengembalikan seeda motor tersebut.

Selain itu, pihaknya juga mengharapkan masyarakat turut menbantu jika melihat sepeda motor tersebut agar dikembalikan atau dilaporkan ke pihak kepolisian terdekat agar ditindaklanjuti.

"Tiang sebagai kerabat, sangat kasian. Banyak sekali orang yang iba bahkan sampai menangis mendengar peristiwa kehilangan itu. Apalagi itu (sepeda motor) harta satu-satunya yang korban punya," tandasnya.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved