Breaking News:

Berita Buleleng

Dibayar Rp 50 Ribu Layani 4 Teman Pria, Video Asusila Siswi SMP Buleleng Viral di WhatsApp

Dibayar Rp 50 ribu layani 4 teman prianya, video asusila siswi SMP Buleleng viral di WhatsApp

(KOMPAS.com/M WISMABRATA)
ILUSTRASI video asusila. Dibayar Rp 50 ribu layani 4 teman prianya, video asusila siswi SMP Buleleng viral di WhatsApp. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Dibayar Rp 50 ribu layani 4 teman prianya, video asusila siswi SMP Buleleng viral di WhatsApp.

Sejumlah fakta mulai terungkap, setelah Unit PPA Polres Buleleng memeriksa siswi dan empat pria asal Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, yang melakukan aksi persetubuhan, hingga videonya viral di WhatsApp.

Dari hasil pemeriksaan itu diketahui, siswi tersebut bersedia melakukan persetubuhan karena mendapatkan imbalan Rp 50 ribu.

Kapolres Buleleng, AKBP Andrian Pramudianto ditemui, Selasa 14 Desember 2021, mengatakan, empat pria yang masih satu sekolah dengan siswi tersebut mulanya mendapatkan isu bahwa siswi tersebut bisa diajak berhubungan badan.

Berangkat dari isu itu, keempat pria itu kemudian menghubungi siswi tersebut, hingga terjadi kesepakatan.

Baca juga: Siswi di Tejakula Buleleng Bersedia Layani Empat Teman Sekolahnya karena Imbalan Rp 50 Ribu

Siswi tersebut bersedia melayani keempat teman sekolahnya itu dengan syarat mendapatkan bayaran Rp 50 ribu.

Setelah terjadi kesepatakan, keempat pria dan siswi tersebut kemudian melakukan hubungan badan di salah satu rumah milik teman dari ke empat pria tersebut, yang terletak di Kecamatan Tejakula, Selasa 7 Desember 2021 siang.

Aksi persetubuhan itu juga direkam secara sembunyi-sembunyi oleh seseorang, yang juga merupakan rekan dari ke empat pria tersebut.

"Yang merekam video itu awalnya sembunyi-sembunyi. Namun akhirnya berhasil diketahui oleh pemain prianya.

Mereka kemudian meminta agar video itu dikirim ke pemain prianya, hingga akhirnya video itu tersebar luas di WhatsApp.

Kami masih mencari tahu mengapa dan ke mana saja video itu disebarkan, hingga akhirnya viral," ucapnya.

Setelah menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polres Buleleng, siswi dan keempat pria, serta perekam video persetubuhan itu, kata Andrian, tidak dilakukan penahanan, karena masih di bawah umur.

"Mereka sudah kami kembalikan ke orangtuanya masing-masing. Namun proses hukum tetap jalan.

Kami masih melakukan penyelidikan untuk menentukan siapa tersangkanya. Kami akan fokus pada Undang-Undang ITE-nya," tuturnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved