Berita Bali

Dua WNA Terlibat Kasus Perampokan, Polresta Denpasar Ungkap Kerugian Korban hingga Rp 5,8 Miliar

Dua warga negara asing (WNA) tersebut sebelumnya berhasil diamankan Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta karena melakukan aksi perampokan atau

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan saat memperlihatkan pelaku dan hasil perampokan yang dilakukan dua WNA yang berhasil diamankan pihaknya, Selasa 28 Desember 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Nicola asal Italia dan Gregory asal Inggris hanya tertunduk lesu saat diperlihatkan dalam acara press conference akhir tahun Polresta Denpasar, Selasa 28 Desember 2021.

Dua warga negara asing (WNA) tersebut sebelumnya berhasil diamankan Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta karena melakukan aksi perampokan atau pencurian dengan kekerasan (curas).

Diketahui aksi mereka berlangsung di sebuah villa Jalan Nakula, Seminyak, Kuta, Badung, Bali pada Kamis 11 November 2021 pukul 03.00 wita.

Menurut Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan selaku Kapolresta Denpasar, dua pelaku tersebut melakukan aksi perampokan ke korban suami istri asal Italia, Camilla Guadagnuolo dan Principe Nerini.

Baca juga: Oknum PNS Diadukan ke Polresta Denpasar Karena Dugaan Kasus KDRT

"Ini baru dua yang berhasil diamankan, sedangkan ada dua rekannya lagi yang masih dalam pencarian, DPO.

Dari kasus ini, korban mengalami kerugian mencapai Rp 5,8 miliar karena tidak hanya uang tunai yang raib ada bitcoin juga," ujar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Selasa 28 Desember 2021.

Sebelumnya, komplotan perampok datang ke vila tempat korban menginap tanpa disadari pasangan suami istri tersebut.

Saat perampokan berlangsung, istri korban terbangun karena mendengar suara ledakan, bahkan ia melihat sudah ada para pelaku yang tengah menyekap suaminya.

Dalam keterangan korban, pelaku saat itu berada di vila menggunakan pakaian serba hitam-hitam, bahkan sarung tangan dan penutup kepala yang digunakan serba hitam.

Korban Camilla saat terbangun kemudian ditodong menggunakan pisau belati lalu diikat tangan dan kakinya menggunakan lakban serta menutup mulut.

Selama penyekapan tersebut, kedua korban bahkan beberapa kali dipukul oleh para pelaku secara bertubi-tubi, selanjutnya salah satu pelaku mengambil enam handphone korban dan satu handphone yang berisi akun bitcoin.

Korban saat itu bahkan diancam dan dipaksa untuk mengatakan berapa password handphone yang berisi bitcoin tersebut.

"Mereka diancam, apabila tidak beri tau, pelaku akan membunuh istri korban dengan menempelkan pisau ke leher istrinya," kata Jansen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Bali
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved