Breaking News:

Berita Tabanan

Tanah Longsor Ganggu Arus Lalu Lintas 2 Jam di Tabanan, Tanah dan Akar Pohon Kelapa Tergerus Air

Longsoran tanah beserta akar pohon kelapa bekas ditebang dan menutupi jalan umum terjadi di Jalan Umum Mangesta - Piling, Banjar Piling Kanginan, Desa

Polsek Penebel
pihak kepolisian bersama masyarakat dan BPBD Tabanan saat melakukan evakuasi tanah longsor di wilayah Desa Mengesta, Kecamatan Penebel, Tabanan, Minggu 9 Januari 2022 malam. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Peristiwa tanah longsor terjadi pasca hujan deras yang disertai angin kencang terjadi Minggu 9 Januari 2022 malam.

Longsoran tanah beserta akar pohon kelapa bekas ditebang dan menutupi jalan umum terjadi di Jalan Umum Mangesta - Piling, Banjar Piling Kanginan, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Akibat kejadian itu arus lalu lintas sempat terganggu selama 2 jam. 

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tanah longsor tersebut pertama kali diketahui oleh Bhabinkamtibmas setempat yang sedang berpatroli.

Sebab saat itu sekitar pukul 19.15 Wita hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Bali khususnya Kecamatan Penebel.

Baca juga: Tusuk Teman Sesama ABK Saat Mabuk Miras, Saparwadi Pasrah Dihukum Penjara Dua Tahun

Baca juga: Jangan cemas, Begini Cara Hadapi Menopause dengan Benar

Baca juga: Lapak Martabak dan Terang Bulan di Singaraja Dibobol Maling

 

Saat itu, petugas yang sedang patroli ini menemukan longsoran tanah beserta akar pohon kelapa bekas ditebang dan menutupi jalan umum sehingga mengganggu arus lalu lintas.

Selanjutnya petugas tersebut langsung menghubungi Kepala Wilayah Piling Kanginan menginformasikan kepada warga masyarakat untuk bersama-sama membersihkan longsoran tanah tersebut.

Tak lama kemudian, tim dari BPBD Tabanan ikut membantu untuk melaksanalan pembersihan.

Mereka lantas bergabung untuk berjibaku membersihkan tanah longsor itu. 

Setidaknya selama dua jam proses pembersihan, tanah longsor tersebut berhasil diselesaikan dan jalan umum yang sempat terganggu kembali berangsur normal. 

"Longsoran tanah beserta akar pohon kelapa yang sudah ditebang itu kemungkinan karena curah hujan yang sangat deras sehingga tergerus. Apalagi kemarin instensitas hujan sangat tinggi disertai angin kencang," ungkap Kapolsek Penebel, AKP I Nyoman Artadana Senin 10 Januari 2022. 

Beruntungnya, kata dia, peristiwa tersebut tak sampai mengakibatkan korban jiwa hanya saja sempat mengganggu arus lalulintas.

Namun, dalam kurun waktu yang singkat pihaknya bersama masyarakat serta BPBD Tabanan sudah melakukan penanganan dan arus lalu lintas kembali normal. 

"Kurang lebih mengakibatkan Jalan tertutup atau mengganggu arus lalin selama dua jaman," katanya.

Baca juga: Nasib IRON MAN Bali, Dulu Terkenal dengan Tangan Robot dan Banjir Pujian, Kini Geluti Profesi Baru

Baca juga: Ingat Wayan Tawan Iron Man Bali? Kini Jadi Petani Porang, Robot Tangan Buatannya Rusak Diguyur Hujan

Baca juga: Tiga Kali Dipenjara, Kasper Kembali Berulah Dengan Mencuri Tiga Unit Motor

AKP Artadana menegaskan, seluruh masyarakat diharapkan selalu waspada dan hati-hati mengingat ancaman bencana alam di tengah cuaca ekstrem ini menghantui Bali khususnya Tabanan.

Namun pihaknya berharap semoga tidak terjadi bencana alam yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian material. 

"Kami harap semua masyarakat tetap waspada dan hati-hati di tengah cuaca ekstrem ini. Semoga semua rahayu," harapnya. 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved