Berita Denpasar

IRT di Denpasar Keluhkan Minyak Goreng Subsidi Langka, Komisi VI Nyoman Parta Sentil Kemendag

IRT di Denpasar Keluhkan Minyak Goreng Subsidi Langka, Komisi VI Nyoman Parta Sentil Kemendag

Penulis: Ragil Armando | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Arini Valentya Chusni
Stock minyak goreng makin menipis di salah satu swalayan grosir di Monang Maning, Kota Denpasar, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - IRT di Denpasar Keluhkan Minyak Goreng Subsidi Langka, Komisi VI Nyoman Parta Sentil Kemendag

Kebijakan satu harga minyak goreng yang sebelumnya diberlakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI tampaknya masih belum berjalan dengan baik di lapangan.

Pasalnya, justru di berbagai pasar tradisional, toko retail berjaring maupun pasar swalayan yang ada di Kota Denpasar, stok minyak goreng bersubsidi tersebut justru menjadi langka di pasaran.

Hal ini pun dikeluhkan para ibu rumah tangga (IRT) yang selama ini menjadi konsumen minyak goreng untuk kebutuhan sehari-hari.

Seperti Novi (28), yang mengaku kewalahan mencari stok minyak goreng di pasar tradisional, toko retail berjaring, maupun pasar swalayan di Kota Denpasar.

Baca juga: Minyak Goreng Bersubsidi Langka di Pasaran, Disperindag Bali Buka Suara

Menurutnya, di tempat-tempat tersebut, stok minyak goreng bersubsidi dengan harga Rp 14 ribu langka.

Sementara, yang dijual justru minyak goreng dengan harga di atas Rp 14 ribu.

“Saya sudah cari keliling kosong, malah yang ada minyak goreng dengan harga di atas Rp14 ribu.

Padahal setahu saya semua merek minyak goreng itu Rp 14 ribu,” papar ibu muda ini, saat dikonfirmasi, Jumat 28 Januari 2022.

Terkait fenomena tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Nyoman Parta ikut bersuara.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved