Breaking News:

Berita Buleleng

Tanggapi Kasus Kematian Akibat Rabies, Dinas Pertanian Buleleng Adakan Eliminasi Tertarget Hari Ini

Menanggapi adanya kasus kematian akibat positif rabies di Kelurahan Banjar Tegal, Dinas Pertanian Buleleng pada Kamis 24 Februari akan turun melakukan

Antara
Ilustrasi anjing rabies - Tanggapi Kasus Kematian Akibat Rabies, Dinas Pertanian Buleleng Adakan Eliminasi Tertarget Hari Ini 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Menanggapi adanya kasus kematian akibat positif rabies di Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan Buleleng, Buleleng, Bali, Dinas Pertanian Buleleng pada Kamis 24 Februari akan turun melakukan eliminasi tertarget sekaligus vaksinasi di wilayah tersebut. 

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta dihubungi Rabu 23 Februari 2022 kemarin mengatakan, kasus gigitan yang terjadi di Kelurahan Banjar Tegal terjadi sejak dua bulan yang lalu.

Pasien tidak melaporkan kejadian tersebut kepada petugas di kelurahan, serta tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Baca juga: Masih Suasana Pandemi, MDA Buleleng Batasi Jumlah Peserta Melasti Serangkaian Hari Raya Nyepi

Hal ini lantas membuat pihaknya tidak mengetahui adanya kasus gigitan ini.

Pemerintah baru mengetahui setelah pasien meninggal dunia pada Minggu 20 Februari 2022 dengan gejala kesemutan, demam serta sulit minum air. 

Dengan adanya kasus positif rabies ini, pihaknya pun berencana akan menurunkan tim pada Kamis 24 Februari 2022 untuk melakukan vaksinasi serta eliminasi tertarget kepada anjing-anjing liar.

"Kami koordinasi dulu dengan Lurah, agar eliminasi ini disampaikan kepada masyarakat. Karena anjing kebanyakan diliarkan tapi masih bertuan. Makanya saat eliminasi nanti kami harus mengajak Lurah," terangnya. 

Sumiarta juga menyebut, pihaknya juga menerima laporan adanya kasus gigitan anjing di Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt.

Seorang anak kecil, digigit oleh anjing liar pada bagian wajahnya.

Sayangnya,  anjing tersebut langsung dibuang oleh warga di sungai.

Baca juga: KPU Buleleng Dapat Hibah Rp 43,9 Miliar untuk Pilkada 2024

Hal ini membuat pihaknya kesulitan untuk memastikan apakah anjing tersebut positif  terpapar rabies atau tidak.

Sementara korban gigitan anjing itu ungkap Sumiarta, telah diberikan suntikan VAR. 

"Eliminasi dan vaksinasi juga nanti akan kami lakukan di Desa Ringdikit. Kami mengimbau masyarakat kalau ada kasus gigitan anjing, segera laporkan ke petugas pertanian terdekat, serta memeriksakan diri ke faskes agar mendapatkan VAR."

"Penanganan gigitan anjing ini harus cepat. Kalau kasus di Banjar Tegal ini kan kasus gigitannya sudah dua bulan, kami kesulitan mencari anjingnya," tutupnya. (*)

Berita lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved