Berita Denpasar
Gunakan Arang Hingga Masker,Ogoh-ogoh Gerubug Karya ST Tunas Muda Desa Sidakarya Terbaik di Denpasar
Hal ini berdasarkan hasil penilaian dari 5 dewan juri lomba ogoh-ogoh di Kota Denpasar serangkaian Nyepi saka 1944 tahun 2022.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Sementara itu, kamben menggunakan masker ini mengandung makna saat ini semua masyarakat diwajibkan menggunakan masker sebagai salah satu bagian dari protokol kesehatan.
Dibalik kegunaan masker tersebut, ternyata hal ini menimbulkan masalah baru yakni limbah masker.
“Sehingga kami juga ingin mengajak semua pihak untuk bisa memanfaatkan masker bekas sebagai sesuatu yang berguna sehingga tidak menjadi limbah dan menimbulkan masalah baru,” katanya.
Untuk pembuatan ogoh-ogoh ini, dari khas ST hanya keluar sebesar Rp 3 juta, selebihnya pihaknya melakukan penggalian dana.
Ade menuturkan ogoh-ogoh dari ST Tunas Muda ini selalu ikut lomba sejak tahun 2010 dan selalu masuk nominasi dan juara.
Hanya saja tahun 2017 dan tahun 2018 ST Tunas Muda tak bisa ikut lomba karena sudah beberapa kali mendapat juara.
Setelahnya, tahun 2019, 2020, dan tahun 2022 ogoh-ogoh karya ST Tunas Muda ini selalu juara.
“Sebenarnya masalah juara kami serahkan ke masyarakat dan juri. Komitmen kami yakni mempersembahkan yang terbaik, dan yang terpenting juara di hati,” katanya.
Ketua panitia lomba ogoh-ogoh tingkat Kota Denpasar, AA Ariyuda Krismawan mengatakan, penjurian dilaksanakan selama empat hari yakni 24 – 27 Februari 2022.
Baca juga: 215 Ogoh-ogoh di Denpasar Siap Diarak Saat Pangerupukan
Gung Yuda menyebut pihak juri sempat linglung serta bingung memberikan nilai, khususnya ogoh-ogoh di wilayah kecamatan Denpasar Selatan.
“Jujur para juri bingung, karena persaingan sangat ketat. Jadi pengamatan kami, wilayah Densel bisa dibilang paling ketat dan saling bersaing untuk penjurian,” kata Gung Yuda.
Adapun peringkat tiga besar ogoh-ogoh masing-masing kecamatan yakni di Denpasar Utara, peringkat pertama diraih ST Marga Yowana, Banjar Marga Jati dengan judul Atau Guna Rasa dengan nilai 375.
Disusul ST Candra Metu Yowana, Banjar Mekar Sari dengan judul Atma Druaka yang meraih nilai 343.
Sementara peringkat tiga diraih ST Eka Manggala Danendra, Banjar Tengah yang berjudul Incih Sandika dengan nilai 335.
Kemudian di Denpasar Timur, ogoh-ogoh terbaik diraih ST Eka Murti Yowana, Banjar Kehen dengan judul Sakit Gede yang meraih nilai 357.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ogoh-ogoh-gerubug-oleh-st-tunas-muda-banjar-dukuh-mertajati-sidakarya.jpg)