Berita Buleleng

Kasus Terkonfirmasi Menurun, Satgas Covid-19 Buleleng Tutup Isoter Asrama Undiksha

Kasus Terkonfirmasi Menurun, Satgas Covid-19 Buleleng Tutup Isoter Asrama Undiksha

Satgas Covid-19 Buleleng
Petugas melakukan sterilisasi di Gedung Asrama Undiksha. Sterilisasi dilakukan lantaran untuk sementara tidak lagi menggunakan gedung tersebut sebagai isoter. 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Kasus Terkonfirmasi Menurun, Satgas Covid-19 Buleleng Tutup Isoter Asrama Undiksha.

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Buleleng terus mengalami tren penurunan.

Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng memutuskan menutup sementara tempat isolasi tempat terpusat di Asrama Mahasiswa Undiksha, Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, Kamis 10 Maret 2022.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan, sejak empat hari belakangan jumlah OTG-GR yang menjalani isolasi di Asrama Undiksha nihil. 

Untuk itu pihaknya pun memutuskan menutup sementara isoter tersebut.

Baca juga: Masuk Bali Tanpa Karantina Untungkan Pariwisata, PHRI Badung Berharap Kunjungan Wisatawan Meningkat

Petugas telah membersihkan asrama dengan menyemprotnya menggunakan cairan desinfektan. 

Apabila terdapat kasus terkonfirmasi, maka OTG-GR akan mulai diisolasi di isoter yang disediakan oleh masing-masing desa.

Dimana, masing-masing desa, ungkap Ariadi, telah memanfaatkan Poskesdes, atau menyewa rumah dan vila untuk dijadikan sebagai isoter desa dengan menggunakan APBDes. 

"Isoter Undiksha kami tutup sementara, karena pasien yang datang ke isoter sudah nihil sejak empat hari yang lalu. Sudah tidak ada penambahan kasus.

Seumpama ada OTG-GR, maka akan diisolasi di isoter desa. Masing-masing desa sudah menyiapkan isoter berupa Poskesdes, ada juga yang menyewa rumah dan vila untuk dijadikan tempat isoter," ucapnya. 

Setelah dilakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan, Asrama Undiksha, imbuh Ariadi, kini dapat memanfaatkan kembali asrama tersebut untuk mahasiswanya.

Apabila kembali terjadi lonjakan kasus, maka Satgas Covid-19 akan lebih mengutamakan asrama Kompi C sebagai tempat isoter. 

" Asrama Undiksha sekarang sudah steril. Jadi sudah bisa digunakan oleh mahasiswa. Tapi kalau misalnya ke depan terjadi lonjakan kasus lagi, tidak menutup kemungkinan asrama itu akan kami gunakan lagi.

Tapi kami akan mengutamakan penggunakan Kompi C dulu, karena asrama Undiksha dan SMA Bali Mandara mungkin akan digunakan untuk proses belajar mengajar," tuturnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved