Guru di Pesantren Rudapaksa Santriwati

HERRY WIRAWAN Pelaku Rudapaksa 12 Santriwati di Bandung Resmi Divonis Hukuman Mati

Herry Wirawan pelaku rudapaksa terhadap 12 santriwati di Pesantren Bandung resmi dijatuhi hukuman mati.

TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
Terdakwa Herry Wirawan menjalani putusan sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa 15 Februari 2022. Terdakwa Herry Wirawan melakukan pencabulan terhadap belasan santri perempuan di bawah umur, majelis hakim memvonis penjara seumur hidup. 

TRIBUN-BALI.COM, BANDUNG – Herry Wirawan pelaku rudapaksa terhadap 12 santriwati di pesantren Bandung resmi dijatuhi hukuman mati.

Hal tersebut usai pihak Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung mengabulkan permintaan banding dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pada persidangan yang diadakan pada hari ini, Senin 4 April 2022.

Dalam putusanya, Pengadilan Tinggi Bandung pun menerima banding JPU dan menjatuhkan pelaku rudapaksa terhadap 12 santriwati tersebut dengan Hukuman Mati.

"Menerima permintaan banding dari jaksa/penuntut umum. Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana mati," ucap hakim PT Bandung, Herri Swantoro sebagaimana dokumen putusan yang diterima, dikutip Tribun-Bali.com dari TribunJabar.id pada Senin 4 April 2022 dalam artikel berjudul BREAKING NEWS, Herry Wirawan Divonis Hukuman Mati Pengadilan Tinggi Bandung, Banding Jaksa Diterima.

Selain itu, dalam putusan yang dibacakan pada sidang hari ini, hakim turut mengoreksi putusan PN Bandung dimana Herry Wirawan sebelumnya dijatuhi hukuman seumur hidup.

"Menetapkan terdakwa tetap ditahan," katanya.

Adapun dalam perkara ini, Herry tetap dijatuhi hukuman sesuai Pasal 21 KUHAP jis Pasal 27 KUHAP jis Pasal 153 ayat ( 3) KUHAP jis ayat (4) KUHAP jis Pasal 193 KUHAP jis Pasal 222 ayat (1) jis ayat (2) KUHAP jis Pasal 241 KUHAP jis Pasal 242 KUHAP, PP Nomor 27 Tahun 1983, Pasal 81 ayat (1), ayat (3) jo Pasal 76.D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo pasal 65 ayat (1) KUHP dan ketentuan-ketentuan lain yang bersangkutan.

Dituntut Bayar Restitusi

Selain dijatuhi hukuman mati, Herry Wirawan turut diminta membayar uang ganti rugi kepada korbannya yang sebelumnya dibebankan kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Baca juga: Tak Puas Herry Wirawan Dihukum Seumur Hidup, Jaksa Ajukan Banding Agar Guru Cabul Itu Dihukum Mati

"Membebankan restitusi kepada terdakwa Herry Wirawan alias Heri bin Dede," ujar hakim PT Bandung yang diketuai oleh Herri Swantoro, sebagaimana dokumen putusan yang diterima, Senin 4 April 2022.

Total biaya restitusi yang harus dibayar Herry Wirawan sekitar Rp 300 juta untuk 13 korban rudapaksa.

Hakim PN Bandung sebelumnya membebankan restitusi Herry kepada negara. Namun, hakim PT Bandung tak sepakat bila pembebanan restitusi dialihkan ke negara.

"Menimbang, bahwa majelis hakim tingkat pertama telah menjatuhkan putusan untuk membebankan restitusi kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Bahwa hal ini bertentangan dengan hukum positif yang berlaku," katanya masih dikutip Tribun-Bali.com dari TribunJabar.id pada Senin 4 April 2022 dalam artikel berjudul Selain Dihukum Mati, Herry Wirawan Harus Bayar Restitusi yang Sempat Dibebankan ke Negara.

Terdapat beberapa pertimbangan hakim PT Bandung terkait restitusi, salah satunya efek jera terhadap pelaku kejahatan apabila pembayaran restitusi dibebankan pada negara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved