Berita Buleleng
Suami dan Anaknya Tewas Kecelakaan di Buleleng, Luh Suci Sempat Mimpi Ini Sejak Seminggu Belakangan
almarhum suaminya bernama Komang Budarsana serta anak bungsunya Komang Agus Artawan merupakan tulang punggung di rumah
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kesedihan mendalam dirasakan oleh Luh Suci.
Wanita berusia 45 tahun ini tak kuasa menahan kesedihan, lantaran suami dan anak bungsunya meninggal akibat ditabrak oleh seorang pengendara mobil Fortuner, di Banjar Dinas Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng pada Selasa sore kemarin.
Ditemui di rumah duka di Banjar Dinas Asah Panji, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Rabu (6/4/2022) Luh Suci mengatakan, akibat musibah kecelakaan tersebut, ia kini hidup seorang diri.
Bahkan kedepan ia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, meski tubuhnya tidak lagi kuat, karena menderita sesak napas.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan Singaraja-Denpasar, Komang Budarsana dan Anaknya Tewas Ditabrak Fortuner
Luh Suci menyebut, almarhum suaminya bernama Komang Budarsana serta anak bungsunya Komang Agus Artawan merupakan tulang punggung di rumah.
Dimana sang suami bekerja sebagai buruh bangunan. Sementara anak bungsunya memiliki sifat yang rajin membantu orangtua.
Setiap pulang sekolah, bocah yang masih duduk dibangku kelas VI SD itu pergi mencari rumput untuk pakan sapi dan kayu bakar.
"Sekarang saya sendirian di rumah. Anak pertama dan kedua perempuan, mereka sudah menikah semua. Kadang saya berpikir ingin menyusul suami saja," ucapnya sembari menangis.
Diungkapkan Luh Suci, pada Selasa kemarin, suami dan anak bungsunya itu pergi ke Desa Alasangker, untuk menghadiri upacara tiga bulanan cucu dari anak pertamanya.
Namun saat dalam perjalanan pulang, motor Honda Vario DK 4377 UAG yang ditunggangi oleh Komang Budarsana ditabrak oleh mobil Fortuner DK 1728 A yang dikemudikan oleh Putu Bagus Kresna (24) warga Banjar Ambengan, Kelurahan Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar.
Akibat tabrakan itu, Komang Budarsana dan anak bungsunya mengalami luka parah pada bagian kepala, hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
"Saat kejadian saya ada di rumah. Polisi tiba-tiba datang, katanya suami dan anak saya meninggal kecelakaan. Saya langsung syok. Mau ke rumah sakit tidak diizinkan oleh keluarga," terangnya.
Disinggung terkait firasat, Luh Suci mengaku sempat bermimpi jika suaminya ditelanjangi oleh seorang perempuan.
Mimpi itu terjadi secara terus menerus, sejak seminggu belakangan ini.
Baca juga: Dua Pemuda di Denpasar Tewas Kecelakaan Tabrak Tiang Listrik
"Saya tidak tahu apa arti dari mimpi itu. Yang jelas terus saya mimpikan sejak seminggu belakangan ini," katanya.