Info Populer

Begini Cara Atasi Kecemasan Ketika Meninggalkan Kebiasaan Pandemi Covid-19

Setelah dua tahun berlalu, pandemi mulai mereda dan sayup-sayup kabar bahwa kehidupan akan kembali normal mulai terdengar.

Editor: Karsiani Putri
Freepik
Begini Cara Atasi Kecemasan Ketika Meninggalkan Kebiasaan Pandemi Covid-19 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Begini Cara Atasi Kecemasan Ketika Meninggalkan Kebiasaan Pandemi Covid-19.

Setelah dua tahun berlalu, pandemi mulai mereda dan sayup-sayup kabar bahwa kehidupan akan kembali normal mulai terdengar.

Walau kita tidak akan hidup di bawah bayang-bayang pandemi, menjalani masa transisi menuju kehidupan normal bisa menjadi tantangan bagi sebagian orang.

Alasannya adalah kehidupan pandemi, seperti WFH, memakai masker, dan menjaga jarak, sudah menjadi kebiasaan sehari-hari sehingga orang-orang tertentu memerlukan waktu untuk meninggalkannya.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan segelintir orang merasakan kecemasan atau stres apabila harus melepaskan masker dan kembali berkantor seperti sedia kala.

Menurut psikolog Matthew Sacco, Ph.D, perasaan cemas meninggalkan pandemi merupakan hal yang lumrah terjadi sebab manusia akan melalui proses adaptasi.

Perasaan itu sama halnya ketika orang-orang di seluruh dunia mau tidak mau menerapkan new normal di awal pandemi supaya terhindar dari infeksi Covid-19.

“Jika Anda telah bekerja atau tinggal di rumah dalam waktu lama, Anda sudah terbiasa dengan lingkungan itu,” katanya.

“Tetapi ketika Anda kembali ke kantor atau keluar rumah, ada lebih banyak lingkungan, termasuk pemandangan, suara, dan bau, yang bisa menjadi asing,” jelas Sacco.

Sacco menerangkan, saat kita meninggalkan suasana pandemi, bisa saja kecemasan kita melonjak karena kita sudah merasa nyaman dengan suasana sebelumnya.

Baca juga: ZODIAK yang Suka Menyembunyikan Kesedihannya, Pisces Pentingkan Orang Lain, Virgo Perfeksionis

Mengelola emosi saat keluar dari pandemi

Sebenarnya belum ada kepastian kapan pandemi akan berakhir –atau setidaknya status endemi akan diterapkan.

Meski begitu penting bagi kita untuk belajar mengatur emosi. Salah satunya adalah menganggap ketidaknormalan menjadi sebuah hal yang normal.

Sacco mengatakan, mengetahui diri sendiri dan kecenderungan emosional adalah kunci untuk menghadapi semua yang dirasakan selama ini.

“Jika Anda mampu mengelolanya dan merasa positif, pertahankan beberapa latihan perawatan diri,” saran Sacco.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved