Berita Bali

Sidang Dugaan Korupsi Masker, Sekda Karangasem Sedana Merta Diperiksa di Pengadilan Tipikor Denpasar

Sekretaris Daerah (Sekda) Karangasem, I Ketut Sedana Merta akan dihadirkan di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar

Net/google
Ilustrasi Korupsi - Sidang Dugaan Korupsi Masker, Sekda Karangasem Sedana Merta Diperiksa di Pengadilan Tipikor Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekretaris Daerah (Sekda) Karangasem, I Ketut Sedana Merta akan dihadirkan di persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, Kamis, 21 April 2022.

Sedana Merta akan diperiksa keterangan sebagai saksi terkait dugaan korupsi pengadaan masker di Dinas Sosial (Dinsos) Karangasem.

Selain Sedana Merta ada dua pejabat lainnya di lingkungan yang diperiksa sebagai saksi.

"Hari ini ada 11 saksi yang dihadirkan di persidangan. Tiga pejabat pemda dan delapan camat. Tiga pejabat adalah sekda, BPBD dan asisten," ungkap Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) dan Humas Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem, I Dewa Gede Semaraputra saat dikonfirmasi.

Baca juga: Sidang Dugaan Korupsi Masker Karangasem, Jaksa Hadirkan Para Terdakwa di Pengadilan Tipikor Denpasar

Dijelaskannya para saksi tersebut akan dihadirkan di persidangan yang digelar secara luring.

Selain para saksi, akan dihadirkan juga tujuh terdakwa.

Ketujuh terdakwa adalah mantan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Karangasem, I Gede Basma, Ketut Sutama Adikusuma, Ni Ketut Suartini, I Gede Putra Yasa, Gede Sumartana, Wayan Budiarta dan Nyoman Rumia. 

Seperti diketahui, dalam surat dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa ketujuh terdakwa tersebut dengan dakwaan subsideritas.

Primer Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Kejari Karangasem Periksa Lima Saksi Lagi, Total Sudah 9 Tersangka Kasus Pengadaan Masker

Dan subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diberitakan sebelumnya, dalam perkara ini ikut juga menyeret mantan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan beberapa pejabat di lingkungan Pemda Karangasem sebagai saksi. 

Pengadaan masker scuba oleh Pemkab Karangasem didalami Kejari Karangasem sejak Mei 2021.

Anggaran yang dikucurkan pemerintah mencapai sekitar 2,9 miliar bersumber dari APBD, dipakai untuk pengadaan sekitar 512.797 pcs.

Masker diberikan untuk warga di delapan Kecamatan.

Yakni Kecamatan Manggis sekitar 53.607 pcs, Kecamatan Selat 45.766 pcs, Kecamatan Karangasem 93.394 pcs, Kecamatan Rendang 42.036 pcs, Kecamatan Abang 87.540 pcs, Kubu 98.637 pcs, Sidemen 37.725, serta Bebandem 54.056 pcs. 

Baca juga: Hasil Penyidikan Dugaan Korupsi BUMdes Toya Pakeh, Dua Pegawai Akui Gunakan untuk Kebutuhan Pribadi

Pengadaan masker diduga melabrak surat edaran bersama yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan.

Pasalnya masker yang dibuat bukan masker kain lapis tiga (standar medis), melainkan masker scuba satu lapis yang dinilai mengancam keselamatan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Perbuatan Basma bersama terdakwa lainnya tersebut menimbulkan kerugian negara atas pengadaan masker scuba itu sebesar Rp 2,6 Miliar. (*)

Berita lainnya di Korupsi Masker di Karangasem
 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved