Seputar Penyakit ASAM LAMBUNG: Mengenal Perbedaan Gerd dan Maag, Dari Gejala hingga Penyebabnya
Seputar Penyakit ASAM LAMBUNG: Mengenal Perbedaan Gerd dan Maag, Dari Gejala hingga Penyebabnya
Bahan makanan yang bisa memicu Gerd antara lain kopi, cokelat, makanan berlemak, pedas dan digoreng, jus buah atau buah yang asam, rempah-rempah, minuman bersoda, dan alkohol.
2. Merokok
Faktor peningkat risiko Gerd yang kedua adalah merokok.
dr Hasan mengatakan, rokok juga mempengaruhi bagian organ kerongkongan.
"Lambung kita itu ada klep yang berfungsi mencegah asam lambung naik. Rokok, membuat klep itu longgar, sehingga asam lambung bisa naik (ke kerongkongan)," jelasnya.
3. Obesitas
Hampir sama dengan penyakit lainnya, obesitas atau kegemukan juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyakit Gerd.
Seperti diketahui, obesitas atau kegemukan juga sangat erat kaitannya dengan pola makan yang menjadi faktor risiko pertama gangguan Gerd.
4. Posisi tidur
Selain persoalan pola makan, posisi tidur, terutama setelah makan, juga menjadi faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit Gerd.
5. Faktor risiko lainnya
Faktor risiko Gerd lainnya yaitu perubahan hormon tubuh, mengonsumsi obat-obatan yang memicu refluks asam lambung, gangguan kecemasan, serta gangguan hernia hiatus, dan memiliki sfinger esofagus bagian bawah yang pendek (kurang dari 3 cm).
Penyakit maag
dr Hasan menuturkan, sakit maag adalah peradangan yang terjadi di bagian lambung karena adanya asam lambung yang berlebihan, sehingga proses pencernaan yang terjadi di lambung menjadi terganggu dan memicu berbagai keluhan di bagian lambung dan sekitarnya.
"Memang sedikit berbeda lokasi penyakitnya, walaupun kadang-kadang keduanya bersamaan munculnya, sama-sama di saluran cerna," ungkapnya. Berikut ini gejala penyakit maag yang harus diwaspadai:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-penderita-asam-lambungtips-kesehatan.jpg)