Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

TERKINI SUBANG: Masih Belum Terungkap, Sebut Ada DNA Asing? Akan Jadi Cold Case?

Berikut ini adalah berita terbaru dari kasus pembunuhan Ibu dan Anak di Subang yang masih menjadi misteri

Tribun Jabar / Dwiki Maulana
TKP Subang - TERKINI SUBANG: Masih Belum Terungkap, Sebut Ada DNA Asing? Bakal Jadi Cold Case? 

TRIBUN-BALI.COM, SUBANGKasus pembunuhan Ibu dan Anak di Subang hingga kini masih menjadi misteri.

Sudah hampir sembilan kasus pembunuhan Ibu dan Anak di Subang ini bergulir.

Namun hingga kini kasus yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu itu pun seakan tidak bergerak sama sekali.

Sejumlah cara telah dilakukan pihak Polda Jabar, salah satunya adalah penyebaran sketsa terduga pelaku pembunuhan Subang.

"Sketsanya sudah kita sebar ke Polres-Polres wilayah, sampai ke Polda seluruh Indonesia," ucap Kombes Ibrahim Tompo, Kabid Humas Polda Jawa Barat.

Menurut Tompo, kepolisian juga telah menyebarkan sketsa itu ke masyarakat. Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui atau mengenal wajah pada sketsa itu untuk segera menginformasikannya ke kepolisian terdekat.

"Bagi yang mengetahui identitas yang sama dengan sketsa itu agar memberikan informasi kepada pihak kepolisian," katanya.

Akankan Menjadi Cold Case?

Dikutip Tribun-Bali.com dari Kompas.tv pada Selasa 10 Mei 2022 dalam artikel berjudul Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Cold Cases, dan Temuan DNA, dalam penelurusan yang dilakukan oleh jurnalis sekaligus pembawa acara AIMAN, yang tayang di Kompas TV, Aiman Witjaksono mengungkapkan jika dirinya berpirkir soal adanya kemungkinan tentang DNA asing yang ditemukan pihak kepolisian.

Karena DNA keluarga pasti bisa dicocokkan.

Namun pertanyaannya, apakah DNA asing ini punya pelaku atau bukan? Masih panjang jalan pembuktiannya.

Baca juga: UPDATE SUBANG: Terungkap Ini Alasan Danu Tak Sapa Yosef di Makam Tuti & Amalia, Ternyata Lakukan Ini

Sayangnya menurut Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto, Indonesia tidak memiliki bank data DNA.

Jika hal tersebut dimiliki Indonesia, tentu saja akan membantu dalam pengungkapan kasus criminal di Indonesia.

Jika punya, pengungkapan kasus kriminal akan jauh lebih mudah.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved