Berita Bali

Sidang Dugaan Korupsi LPD Belumbang, Tabanan, Kepala dan Sekretaris LPD Diadili

Kini kepala LPD, I Ketut Buda Aryana dan sekretaris LPD, Ni Nyoman Winarni didudukkan di kursi pesakitan sebagai terdakwa.

Tribun Bali/Putu Candra
Terdakwa Buda Aryana dan Winarni saat menjalani sidang perdana secara daring di Pengadilan Tipikor Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah sekretaris Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Belumbang, Kerambitan, Tabanan, Bali, I Wayan Sunarta diganjar pidana penjara selama empat tahun.

Kini kepala LPD, I Ketut Buda Aryana dan sekretaris LPD, Ni Nyoman Winarni didudukkan di kursi pesakitan sebagai terdakwa.

Keduanya menjalani sidang dakwaan secara daring dengan berkas terpisah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, Kamis, 12 Mei 2022.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), kedua terdakwa dikenakan dakwaan subsidairitas.

Baca juga: Dua Tersangka Dugaan Korupsi LPD Belumbang Ditahan, Dititip di Rutan Polres Tabanan 20 Hari Kedepan

Dakwaan primair, keduanya dinilai melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo. Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Subsidair, Pasal Subsidair, perbuatan para sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU yang sama.

Terhadap dakwaan jaksa penuntut, kedua terdakwa yang didampingi masing-masing penasihat hukum kompak tidak mengajukan eksepsi atau keberatan. 

Baca juga: Diminta Terapkan Restorative Justice Soal Dugaan Korupsi LPD Belumbang Tabanan, Ini Jawaban Kejari

"Kami tidak mengajukan eksepsi, Yang Mulia," ucap Aji Silaban selaku penasihat hukum terdakwa Buda Aryana. 

Dengan tidak diajukan eksepsi, sidang akan kembali dilanjutkan, Kamis 19 Mei 2022 dengan agenda pembuktian. Yakni memeriksa keterangan saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan. 

Diberitakan sebelumnya, tindak pidana korupsi dilakukan terdakwa sejak tahun 2013 hingga 2017 lalu.

Dalam kasus ini pihak Kejari Tabanan telah memeriksa puluhan saksi termasuk ahli dari inspektorat dan BPKP Provinsi Bali. 

Dari hasil penyelidikan terpidana Sunarta mengakui telah menggunakan uang LPD tersebut sebesar Rp400-500 Juta untuk judi togel.

Selain itu juga digunakannya untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga, kerugian Rp1,1 miliar ini tidak murni digelapkan oleh Sunarta.

Diduga terdakwa Buda Aryana dan Winarni turut serta mengambil uang LPD untuk kepentingan pribadi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Bali
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved