Berita Jembrana
Pengiriman ke Luar Bali Disetop Akibat PMK, Harga Sapi Bali Merosot Tajam
Di mana harga yang biasanya (sebelum PMK) sudah stabil di harga Rp20 juta merosot hingga Rp5 juta per ekor.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Menurut dia, biasanya sebelum PMK atau sapi dengan berat 250 hingga 350 kilogram per kilogramnya dihargai Rp40 ribu.
Diandaikan sapi berat 250 kilogram, maka hasil yang didapat peternak dari satu sapi ialah Rp10 juta.
Nah, saat ini sapi per kilogramnya itu cuma Rp20 ribu.
Jadi hanya Rp5 juta untuk estimasi bobot 250 kilogram.
Jika dihitung dengan kuota sapi Bali 60.000 ekor per tahun dikalikan 5.000.000, kerugian petani mencapai Rp3 Miliar, jika hal ini terus dibiarkan.
Apalagi, permintaan sapi Bali meningkat ketika Idul Adha.
“Kalau solusi dari saya sebagai peternak, biar petani tidak merugi. Maka pemerintah buat saja masa karantina 7 sampai 14 hari, kemudian melakukan uji laboratorium."
"Selanjutnya, pengguna jasa petani sapi bali siap bayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak - red) asal sapi Bali bisa dikeluarkan melalui Pelabuhan Gilimanuk,” bebernya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Sutama mengatakan, bahwa terkait dengan wabah PMK, wilayah Bali hingga saat ini masih bebas.
Antisipasi meluasnya PMK ke Bali, pihak Pemprov Bali sudah melakukan penegasan-penegasan terkait dengan penghentian sementara waktu pengiriman sapi Bali.
Di Jembrana, saat ini sedang proses pembuatan SE Bupati.
Sementara di lapangan terhadap kelompok ternak dan pedagang, pihaknya melakukan KIE (Komunikasi, Infomasi dan Edukasi), spraying dan selalu waspada terhadap munculnya PMK.
“Untuk transportasi ternak antar pulau merupakan kewenangan provinsi. Akan tetapi, kita tetap mendukung melalui koordinasi dengan karantina serta Pol PP untuk pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk,” ungkapnya. (*)