Berita Badung

Ditangkap Usai Ambil Paket Sabu di Badung, Nyoman Trisna Pasrah Diganjar Bui 8 Tahun

Terdakwa I Nyoman Trisna alias Taluh (37) hanya bisa pasrah diganjar bui selama delapan tahun oleh majelis hakim.

Shutterstock
Ilustrasi sabu - Ditangkap Usai Ambil Paket Sabu di Badung, Nyoman Trisna Pasrah Diganjar Bui 8 Tahun 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa I Nyoman Trisna alias Taluh (37) hanya bisa pasrah diganjar bui selama delapan tahun oleh majelis hakim.

Dalam amar putusan, majelis hakim tidak memberikan keringanan hukuman kepada terdakwa asal Darmasaba, Badung ini.

Putusan majelis hakim sama dengan tuntutan pidana yang dilayangkan jaksa penuntut umum. 

Nyoman Trisna sendiri divonis pidana penjara karena dinyatakan terlibat peredaran narkotik jenis sabu.

Nyoman Trisna ditangkap oleh petugas kepolisian usai mengambil tempelan sabu di daerah Darmasaba.

Baca juga: PNS Bawa Sabu Diberhentikan Sementara, DPRD Minta Pemkab Gianyar Tes Urine Pegawainya

"Putusan majelis hakim sama dengan tuntutan jaksa penuntut. Terdakwa menerima divonis delapan tahun penjara, denda Rp 2 miliar subsidair enam bulan penjara," terang Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum terdakwa saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat, 27 Mei 2022.

Pengacara yang tergabung di Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini menjelaskan, oleh majelis hakim, kliennya dinyatakan telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar. Atau menyerahkan narkotik golongan I dalam bentuk tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. 

Baca juga: Kembali Terlibat Peredaran Sabu, Residivis Narkotik Mohon Keringanan Hukuman 

"Terdakwa dijerat Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik," ungkap Dewi Maria Wulandari. 

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa penuntut, terdakwa Nyoman Trisna ditangkap sekitar Jalan Raya Darmasaba, Darmasaba, Abiansemal, Badung, Senin, 10 Januari 2022, sekira Pukul 21.00 Wita.

Terdakwa diringkus oleh petugas kepolisian dari Polresta Denpasar usai mengambil paket sabu

Terjerumusnya terdakwa dalam lingkaran hitam peredaran narkoba saat diperintah Wayan (DPO) mengambil tempelan paket sabu di Jalan Raya Peguyangan Kangin, Denpasar. 

Baca juga: Simpan 618 Gram Sabu, Komang Agus Saputra ditangkap di Denpasar, Terancam Bui 20 Tahun

Berhasil mengambil, lalu terdakwa membawa paket sabu itu ke rumahnya di daerah Darmasaba, Badung dan kemudian dikemas ulang menjadi 23 paket siap edar. 

Kemudian terdakwa menempelkan kembali 4 paket sabu di beberapa tempat di sekitaran Badung sesuai perintah Wayan.

Dari pekerjaan itu, untuk satu lokasi tempelan, terdakwa diupah Rp50 ribu. Sisa paket sabu lainnya masih disimpan di tempat tinggal terdakwa. 

Keesokan harinya terdakwa kembali mendapat perintah dari Wayan untuk mengambil paket sabu di Jalan Darmasaba.

Namun setelah berhasil mengambil tempelan paket sabu, terdakwa malah diringkus oleh petugas kepolisian

Selanjutnya dilakukan penggeledahan. Dari terdakwa ditemukan 1 paket sabu seberat 7,72 gram yang disimpan di dashboard sepeda motor. Penggeledahan pun berlanjut di tempat tinggal terdakwa.

Hasilnya ditemukan 19 paket sabu, 1 buah timbangan elektrik, 1 buah bong, 1 bendel plastik klip kosong, dan barang bukti terkait lainnya.

Berdasarkan penimbangan oleh penyidik kepolisian, total berat sabu yang berhasil disita adalah 11,27 gram netto. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved