Berita Bangli
Wamenparekraf Kunjungi Penglipuran Bangli, Tinjau Kesiapan Terima Delegasi GPDRR 2022
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesudibjo meninjau Desa Wisata Penglipuran
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesudibjo meninjau Desa Wisata Penglipuran, Bangli, Bali, Rabu 25 Mei 2022.
Desa wisata ini merupakan salah satu destinasi yang ditawarkan di paket fieldtrip untuk delegasi Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 yang akan dikunjungi, Sabtu 28 Mei 2022.
Desa yang terletak di Kabupaten Bangli, itu juga dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia.
Desa wisata ini mengusung konsep pelestarian budaya dan tradisi, serta mengedepankan konservasi lingkungan.
Baca juga: Lindungi Bangunan Adat dengan Subsidi, Berikut Kisah Desa Wisata Penglipuran Bangli
Berkat kebersihan dan kerapiannya, desa seluas 112 hektare ini berhasil menyabet beberapa penghargaan, di antaranya Kalpataru, Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) pada 2017, dan yang terbaru, destinasi ini masuk dalam Sustainable Destinations Top 100 versi Green Destinations Foundation.
Wamenparekraf Angela menjelaskan, di Desa Wisata Penglipuran, delegasi GPDRR 2022 akan diperlihatkan rumah-rumah dengan arsitektur khusus, yakni arsitektur tahan gempa.
“Desa Penglipuran ini masuk ke dalam list destinasi pada program fieldtrip gratis yang difasilitasi Kemenparekraf. Kita berharap delegasi bisa menikmati desain arsitektur khusus desa ini, yang bangunannya memiliki struktur, fungsi, dan ornamen yang digunakan turun-temurun,” ujar Wamenparekraf.
Desa Penglipuran mengusung patokan adat yang sudah turun-temurun, yakni dibangun dengan Konsep Tri Mandala, dimana tata ruang desa dibagi menjadi tiga wilayah yakni Utama Mandala, Madya Mandala, dan Nista Mandala.
Pembagian wilayah tersebut diurutkan dari wilayah paling utara hingga paling selatan.
Di wilayah utara ada Utama Mandala.
Wilayah ini merupakan tempat suci atau tempat para dewa.
Di sini pula lah tempat beribadah didirikan.
Sedangkan, di bagian tengah, ada zona yang disebut sebagai Madya Mandala.
Zona tengah merupakan pemukiman penduduk, dimana rumah-rumah penduduk dibangun berbanjar di sepanjang jalan utama.
Dan wilayah paling selatan disebut dengan Nista Mandala.