Berita nasional

SEDIH, Banyak Anak Buang Orang Tua (Lansia) Karena Faktor Ekonomi

Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, menyebut persoalan ekonomi menjadi salah satu pemicu kejadian masyarakat lanjut usia (lansia) ditelantarkan

Pixabay/truthseeker08
lansia 

Ia mengatakan, salah satu konsep tersebut dengan cara mendorong skema pembiayaan BPJS Ketenagakerjaan untuk menangani persoalan lansia tunggal di Tanah Air.

Alokasi pembiayaan tersebut, diharapkan Risma bisa menutup kebutuhan pemeriksaan kesehatan, pendampingan bidan, pembuatan balai lansia hingga mensubsidi kebutuhan hidup sehari-hari para penerima manfaat.

Ni Putu Asteria Yuniarti, founder Pro Bali Ambassador dalam kegiatan sosial membantu memberikan bahan pokok kepada lansia, belum lama ini.
Ni Putu Asteria Yuniarti, founder Pro Bali Ambassador dalam kegiatan sosial membantu memberikan bahan pokok kepada lansia, belum lama ini. (Istimewa/Ni Putu Asteria Yuniarti)

"Tidak semua lansia mau tinggal di balai.

Kalau tinggal di rumah, siapa yang masak dan siapa yang beraktivitas.

Biasanya kami antar ke balai.

Kalau masih bisa, kami bantu makanannya dari balai dengan bantuan RT/RW setempat," katanya.

Untuk itu, Kementerian Sosial (Kemensos) mendorong diadakannya Program Pos Binaan Terpadu (Posbindu) Lansia yang disebar merata hingga ke seluruh pelosok Indonesia.

"Namun kami harus bicara dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kemen PPN/Bappenas) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bagaimana menangani ini," katanya.

lansia berjalan-jalan
lansia berjalan-jalan (Pixabay/MabelAmber)

Upaya Kemensos dalam membantu mengatasi persoalan lansia tunggal, telah dimulai dengan menggratiskan penggunaan listrik melalui kerja sama dengan PT PLN.

"Kalau listrik, kami kerjasama dengan PLN, tarifnya nol," katanya.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan dua paket bantuan bagi lansia, di antaranya bantuan langsung tunai serta bantuan sosial berupa sembako.

"Penyebabnya, tidak ada yang merawat dan makanannya tergantung pada pemberian tetangga. Kalau punya uangpun, mereka tidak bisa masak dan beli," katanya.

Berdasarkan laporan Kemensos, lansia tunggal di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi yang terbanyak di Indonesia.

Yakni berjumlah sekitar 28.000 jiwa.

Baca juga: PERAWAT LANSIA, Kebutuhan Caregiver ke Jepang Tinggi, Semeton Bali Berminat?

Selain karena faktor keterbatasan ekonomi, kata Risma, lansia tunggal di Tasikmalaya juga dipicu angka harapan hidup yang relatif tinggi.

"Ada yang usianya 90 tahun, dan tidak satu orang yang berusia di atas 90 tahun," katanya.
Atas dasar itu pula, Mensos Risma menetapkan Tasikmalaya sebagai lokasi peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2022 hari ini.(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved