Berita Denpasar
Masalah Lingkungan Semakin Mengkhawatirkan, ISERS Selenggarakan Asia for Earth 2022
Masalah Lingkungan Semakin Mengkhawatirkan, ISERS Selenggarakan Asia for Earth 2022 Masalah Lingkungan Semakin Mengkhawatirkan, ISERS Selenggarakan As
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Harun Ar Rasyid
Alumnus Universitas Brawijaya ini menambahkan, berbagai penemuan yang disampaikan dalam konferensi ini dapat menjadi tinjauan yang mudah diakses melalui media sosial.
Dengan demikian, bumi sebagai planet di semesta dapat menjadi lebih ramah lingkungan dan lebih hijau.
Pelaksanaan konferensi di Bali pun disambut baik oleh Rektor Universitas Dwijendra selaku leading international university.
Rektor Universitas Dwijendra, Dr. Gede Sedana mengatakan pembahasan terkait lingkungan ini memang sesuai dengan visi pemerintah dan universitas.
“Permasalahan lingkungan ini sudah menjadi masalah dunia.
Tentu kami sangat mendukung pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di Bali.
Saya harap acara ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi Bali, Indonesia, dan global,” ujar Dr. Gede Sedana.
Ia juga mengambil kesempatan untuk menempatkan lokasi kegiatan di Kampus Universitas Dwijendra.
Sebagai key note speaker dalam Asia for Earth, Dr. Gede Sedana akan menjelaskan pelenstarian lingkungan melalui konsep Tri Hira Karana.
Asia for Earth ini merupakan bentuk kolaborasi lembaga-lembaga dan industri.
Baca juga: TUNNEL Garam Dibangun di Kusamba, Upaya Tingkatkan Produksi
Baca juga: Beda Perlakuan Mantan Istri John Hopkins dan Nikita Mirzani, Salah Pilih Pacar?
Baca juga: Sempat Bikin Panik, Usaha Serabut Kelapa Nyaris Ludes Gara-gara Puntung Rokok
Mereka diantaranya IFERP-Institute for Engineering Research and Publication, BioLeagues, dan Global Forum for Sustainable Rueal Development (India), dan Gerlink Energy (Indonesia).
Selain itu, mereka juga melibatkan beberapa universitas di Asia sebagai pihak akademisi atau leading international university.
Terdapat sembilan negara di dunia yang ikut mengambil bagaian dalam forum.
Negara tersebut antara lain, India, Indonesia, Romania, Malaysia, Filipina, Amerika Serikat, Egypt, Bangladesh, dan Irak.
Dalam konferensi ini akan membahas beberapa topik besar terkait lingkungan, pengelolaan sampah, perubahan iklim, dan studi sosial lingkungan. (Yun)