Berita Buleleng

ANJING Gigit Mata dan Telinga Luh Merta, 59 Anjing Liar di Desa Busungbiu Dieliminasi

Dinas Pertanian Buleleng, melakukan eliminasi terhadap 59 ekor anjing liar, yang ada di desa/kecamatan Busungbiu, Jumat (2/6/2022).

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
rtu
Petugas Dinas Pertanian Buleleng saat melakukan vaksinasi serta eliminasi terukur dan tertarget terhadap anjing liar di Desa/Kecamatan Busungbiu, Jumat (3/6) 

Suparma pun menyebut, sejak awal 2022 ini.

Kasus gigitan anjing memang cukup banyak.

Hampir setiap hari, pihaknya menerima laporan ada warga yang digigit anjing.

Ilustrasi rabies - Empat Desa di Tabanan Masuk Zona Merah, Pemprov Bali Belum Kirim Vaksin Rabies
Ilustrasi rabies - Empat Desa di Tabanan Masuk Zona Merah, Pemprov Bali Belum Kirim Vaksin Rabies (Tribun Bali/dwi suputra)

Bahkan hal ini membawa Buleleng, berada di peringkat ketiga di Bali terkait tingginya kasus gigitan anjing.

Untuk itu, Suparma kembali mengimbau seluruh desa adat membuat awig-awig agar masyarakat bertanggung jawab dengan hewan peliharaannya.

Seperti tidak diliarkan.

Baca juga: Jadi Narasumber di GPDRR, Sukawirma Beberkan Kasus Rabies di Tabanan

Pun pihaknya akan menjadikan Desa Busungbiu, sebagai program prioritas pelaksanaan sterilisasi untuk mengurangi populasi anjing di wilayah tersebut.

Diberitakan sebelumnya, seekor anjing liar mengamuk di Desa/Kecamatan Busungbiu, Buleleng pada Selasa (31/5/2022) pagi.

Tercatat ada enam orang warga yang menjadi korban gigitannya.

Lima korban rata-rata digigit pada bagian tangan dan kaki.

Sementara satu  korban lainnya, bernama Luh Merta digigit pada bagian mata dan telinga.

Wanita malang itu sempat dilarikan ke RSU Pratama Tangguwisia.

Namun akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah untuk penanganan lebih lanjut.

Petugas Dinas Pertanian Buleleng saat melakukan vaksinasi serta eliminasi terukur dan tertarget terhadap anjing liar di Desa/Kecamatan Busungbiu, Jumat (3/6)
Petugas Dinas Pertanian Buleleng saat melakukan vaksinasi serta eliminasi terukur dan tertarget terhadap anjing liar di Desa/Kecamatan Busungbiu, Jumat (3/6) (rtu)

Ketut Susantini, keluarga dari Luh Merta mengatakan, mertuanya itu baru saja usai berjualan daun pisang.

Tiba-tiba ia dikejar dan diserang oleh anjing liar tersebut.

Akibatnya, sang mertua pun terjatuh, hingga bagian mata dan telinganya digigit oleh anjing tersebut.

"Anjing itu cukup besar.

Mertua saya sekarang sedang dirujuk ke Sanglah, karena bagian matanya terkena gigitan.

Sehingga butuh serum anti rabies," katanya, saat dihubungi melalui saluran telepon. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved