Berita Denpasar
Soal Pertikaian di Pedungan Denpasar, Banjar Dukuh Pesirahan Belum Putuskan Melakukan Upacara Mecaru
Terkait Kerusuhan di Pedungan Denpasar, Banjar Dukuh Pesirahan Belum Putuskan Melakukan Upacara Mecaru
Penulis: Putu Supartika | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Pertikaian antar kelompok masyarakat terjadi di Lingkungan Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan, Denpasar.
Kejadian ini terjadi pada Senin, 20 Juni 2022 dini hari.
Hal ini pun membuat kehebohan.
Dimana pertikaian ini melibatkan dua kelompok dari luar Bali.
Dimana mereka sambil melempar batu.

Sehingga mengakibatkan korban luka, bahkan salah satunya mengenai warga Banjar Dukuh Pesirahan.
Terkait kejadian tersebut, Wakil Bendesa Adat Pedungan, I Wayan Rinda saat ini pihaknya belum memutuskan apakah akan ada upakara mecaru di lokasi kejadian.
Namun menurutnya, jika upacara pembersihan secara sekala maupun niskala bisa saja dilakukan.
Hal ini tergantung dengan kebijakan Banjar Dukuh Pesirahan.
"Hal ini karena terjadinya korban luka, dari sisi sekala dan niskala hal ini harus dibersihkan dari energi-energi negatif di lokasi. Sekarang diserahkan kembali ke banjar dan yang bersangkutan, kalau memang diperlukan, silahkan saja," katanya Selasa, 21 Juni 2022.
Pihaknya mengatakan tahun 2021 pernah terjadi kejadian serupa di salah satu wilayah di Desa Adat Pedungan.
Dimana saat itu dilakukan upacara pemarisudha atau pembersihan atas kesepakatan bersama.
Sementara itu, Kepala Lingkungan Banjar Dukuh Pesirahan, Wayan Mertanadi mengatakan hal ini belum bisa diputuskan terkait apakah akan ada upakara mecaru di lokasi kejadian.
"Kami masih berkoordinasi dengan prajuru banjar dan pemangku," katanya.
Baca juga: INILAH Kronologi Pertikaian Antara Dua Kelompok Masyarakat di Desa Pedungan
Kronologi Kejadian
