Berita Bali

Sidang Dugaan Suap DID Tabanan, Eks Pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo Ungkap Terima Uang dari Wiratmaja

Dugaan Suap DID Tabanan, Yaya Purnomo telah menerima uang dari terdakwa Dewa Nyoman Wiratmaja

Penulis: Putu Candra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Putu Candra
Mantan napi kasus korupsi DID, Yaya Purnomo (kaos hitam) memberikan keterangan sebagai saksi terkait suap DID Tabanan di Pengadilan Tipikor Denpasar - Sidang Dugaan Suap DID Tabanan, Eks Pejabat Kemenkeu Yaya Purnomo Ungkap Terima Uang dari Wiratmaja 

"Kalau persentase feenya 2,5 persen dari DID yang didapat," jawab Yaya.

Yaya mengatakan, dari simulasi penghitungan Rifa Surya, Tabanan mendapat DID kisaran Rp 46 miliar.

Namun pada kenyataannya, Tabanan memperoleh DID Rp 51 miliar.

Masih dalam pertemuan itu, Yaya dan Rifa mengajukan uang tanda jadi sebesar Rp 500 juta.

Akan tetapi terjadi proses negosiasi dan disepakati uang muka sebesar Rp 300 juta.

"Di BAP saksi minta tanda jadi Rp 400 juta sampai Rp 500 juta. Lalu pak Dewa nego menjadi Rp 300 juta. Benar ini," tanya jaksa KPK. Yaya pun membenarkan.

Setelah sepakat, kata Yaya, terdakwa Wiratmaja akan menginformasikan ke bupati Tabanan terkait adanya permintaan fee mengawal DID.

"Lalu pak Dewa pulang ke Bali, dan dia bilang akan berdiskusi dengan bupati Tabanan terkait permintaan dana istiadat, dan tanda jadi Rp 300 juta," jelas Yaya.

Gayung bersambut, pertemuan kedua pun berlanjut di Cikini.

Pertemuan kali ini penyerahan uang tanda jadi.

"Pertemuan kedua di Cikini. Uang tanda jadi diserahkan. Pak Dewa menyerahkan uang 300 juta sebagai tanda jadi. Uang dibungkus kertas koran dimasukan ke dalam kantong plastik. Uang itu diterima Rifa," jelas Yaya.

"Pertemuan ketiga, pak Dewa sendiri menyerahkan kantong plastik berisi uang tambahan dana adat istiadat Rp 300 juta kepada Rifa dan saya," tambah Yaya.

Pertemuan selanjutnya kembali di Cikini, Jakarta.

Namun dalam pertemuan itu hanya hadir terdakwa Wiratmaja dan Yaya.

"Sisa dana adat istiadat dijanjikan bulan Desember 2017. Pak Dewa ke Jakarta dan pertemuan di Cikini. Hanya saya yang bertemu dengan pak Dewa. Rifa Surya tidak bisa ikut karena sedang umroh," ungkap Yaya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved