Berita Jembrana
Wisawatan Mancanegara Ikut Lepaskan 400 Ekor Tukik Dilepasliarkan ke Laut, Harap Ekosistem Terjaga
400 Ekor Tukik Dilepasliarkan ke Laut *Terdapat 256 Sarang Penyu Lekang Tahun Ini *Wisawatan Maancanegara Harapkan Ekosistem Tetap Terjaga
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Harun Ar Rasyid
NEGARA, TRIBUN BALI - Satu per satu ekor tukik dilepasliarkan di Pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Senin 25 Juli 2022.
Tukik tersebut merupakan hasil konservasi dari Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Desa Perancak.
Bahkan pelepasliaran ratusan ekor tukik ini juga melibatkan wisawatan mancanegara asal Prancis.
Diharapkan dengan kegiatan ini, ekosistem tukik akan terus ada dan jauh dari kepunahan.

Menurut pantauan, selain dari kelompok pelestari, tampak dua wisawatan asal Perancis yang kebetulan berkunjung langsung dilubatkan dalam pelepasliaran ini.
Total ada 400 ekor yang sudah dilepas.
Dan sejak Mei, Juni hingga 22 Juli 2022 ini total sudah ada 7.500an ekor yang sudah dilepasliarkan ke alam bebas atau ke laut.
Salah satu wisawatan asal Perancis, Natalis mengaku sangat-sangat senang dilibatkan dalam kegiatan pelepasliaran tukik ini.
Padahal awalnya ia awalnya hanya berniat untuk berkunjung saja.
"Sangat-sangat senang. Awalnya hanya ingin berkunjung saja, tapi ternyata diajak juga untuk melepasliarkan tukik ini. Sekarang mereka sudah bebas untuk ke alam liar," kata Natalies usai kegiatan itu.
Dia berharap, dengan konservasi penyu ini diharapkan ekosistem penyu di Bali khususnya Jembrana tetap lestari berkat adanya kelompok ini.
Sementara itu, Koordinator Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Desa Perancak, I Wayan Anom Astika Jaya menjelaskan, pada tahun 2022 ini ada sebanyak 256 sarang ini jenis penyu lekang.
Telur yang ditemukan lebih banyak di wilayah Pantai Perancak dan Pengambengan. Selain itu juga disupport oleh wilayah lainnya.
"Per sarang rata-rata 85 butir telur. Dan yang sudah menetas sudah hampir 50 persen atau 128 sarang dari total yang ada," kata Wayan Anom saat dijumpai di lokasi sembari menyebutkan telur penyu diperoleh dari warga, relawan hingga kelompoknya sendiri.
Anom menyebutkan, dari setiap sarang dengan jumlah 85 butir telu, rata-rata yang menetas dengan presentase 80-90 persennya. Bahkan, dari total sarang itu, dalam waktu tiga bulan Mei, Juni Juli sudah ada 7.500an ekor tuki yang telah dilepasliarkan ke alam.