Berita Denpasar
EKA WIRYASTUTI Duga Ada Pihak Lain Yang Bermain, Kasus Suap DID Tabanan
Eks Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, menduga ada pihak lain yang bermain dan mengambil keuntungan dari pengurusan Dana DID Tabanan.
Penulis: Putu Candra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Eks Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, menduga ada pihak lain yang bermain dan mengambil keuntungan dari pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Tabanan anggaran 2018.
Karena menurutnya, tanpa diurus pun, Tabanan berhak mendapatkan kucuran DID dari pusat.
Sebab telah memenuhi syarat.
Demikian disampaikan Eka Wiryastuti, ketika diwawancara sesaat sidang diskors oleh majelis hakim.
"Ya betul ada pihak lain (bermain).
Saya semakin sadar dan ada rasa syukur juga, dengan adanya persidangan ini saya jadi tahu sebetulnya seperti apa.
Bahwa sebenarnya ada konspirasi, ada pihak ketiga yang memanfaatkan, mengakui dan menganggap mereka berjasa.
Padahal sebenarnya DID tidak perlu diurus," jelasnya dari balik sel tahanan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, Selasa, 26 Juli 2022.
Baca juga: UPDATE Sidang Dugaan Suap DID Tabanan, Tim Jaksa KPK Minta Hakim Tolak Keberatan Eka Wiryastuti
Baca juga: Sidang Dugaan Suap DID Tabanan, Diduga Terpapar Covid, Eka Wiryastuti Jalani Sidang Secara Online

Dirinya mengaku cukup kaget, di mana keterangan dua saksi dari pejabat Kemenkeu menyatakan, bahwa daerah yang mendapat DID berdasarkan kinerja dan prestasi.
"Kaget ya, karena waktu saya menjabat mendapatkan penghargaan perencanaan terbaik se-Indonesia.
Itu pun sudah disebut oleh Bappenas," terang Eka Wiryastuti.
Dari penghargaan perencanaan terbaik itu lah, kemudian mendapatkan reward.
Kata Eka Wiryastuti, rewardnya adalah mendapatkan kucuran DID dari pusat.
"DID itu kan sebenarnya reward.
Hanya memang ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.
Dari syarat utama adalah kinerja.
Dan semua itu sudah dipenuhi oleh Tabanan.
Di mana Tabanan melewati skor katanya," tuturnya.
Baca juga: SIDANG Lanjutan Dugaan Suap Pengurusan DID Tabanan, Eka Wisyastuti Kembali Hadir di Persidangan
Baca juga: Dugaan Suap Pengurusan DID Tabanan, Eks Wakil Ketua BPK RI Bantah Terima Rp 500 Juta

"Jadi ya kalau dilihat dari fakta keterangan saksi tadi, memang (DID) tidak perlu diurus.
Itu sudah pasti dapat, karena memang hak Tabanan untuk mendapat itu (DID)," imbuh putri Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama ini.
Dikonfirmasi terkait keterangan saksi Yaya Purnamo dan Rifa Surya, pada sidang sebelumnya yang menyatakan bahwa terdakwa Dewa nyoman Wiratmaja adalah utusan dari dirinya selaku bupati untuk mengurus DID ke Jakarta, Eka Wiryastuti membantah.
"Itu tidak benar.
Tidak ada mengutus apa-apa, karena memang dari dulu saya tidak pernah mengurus DID.
Tidak pernah mengurus anggaran.
Bukan DID saja," kilah Eka Wiryastuti.
Eka Wiryastuti mengungkapkan, selama ini terdakwa Wiratmaja tidak pernah berkoordinasi dengannya terkait DID.
"Tidak pernah berkoordinasi.
Karena menurut saya DID itu harus dapat.
Karena saya mendapat WTP enam kali.
Tidak ada perintah langsung mengenai DID," ucapnya.

Ditanya apakah terdakwa Wiratmaja masuk dalam struktur pemerintahan Kabupaten Tabanan.
Eka Wiryastuti menyatakan, tidak dan hanya sebagai staf khusus.
"Dia adalah staf khusus untuk koordinasi saja.
Jadi bukan reprensentatif bupati.
Representatif itu kan mewakili.
Terus kalau koordinasi itu, sifatnya berkoordinasi.
Jadi tidak boleh memberi perintah," jawabnya.
"Saya berharap terbaik.
Semakin ikut sidang, saya semakin tahu apa yang sebenarnya terjadi," kata Eka Wiryastuti.
Ditanya dirinya kembali mengikuti sidang secara tatap muka di Pengadilan Tipikor Denpasar.
Eka Wiryastuti menyatakan, setelah dirinya menjalani isolasi karena terpapar Covid-19.
"Saya istirahat tiga hari dan sudah normal, tidak ada masalah.
Tanpa gejala.
Hanya kemarin itu lidah terasa pahit," sebutnya.

Ia menceritakan, tidak hanya dirinya, ada tahanan lain di Rutan Polda Bali juga yang terpapar virus tersebut.
Namun kini semua tahanan sudah terkonfirmasi negatif.
"Ada empat tahanan yang positif, tapi sekarang PCRnya sudah negatif semua.
Saya total menjalani isolasi 10 hari.
Saat isolasi saya konsumsi vitamin, olahraga, dan positif thinking," ucapnya.
Eka menyatakan, ini pertama kalinya dirinya dinyatakan terpapar Covid-19.
"Ini pertama kali dinyatakan kena Covid-19.
Mungkin saya dilaundry.
Jadi semua masalah dikasih ke saya, termasuk Covid-19.
Tidak pernah kena selama Covid-19.
Jadi saya pikir ini pembersihan," cetusnya sembari tertawa. (*)