Berita Badung

MACET Kawasan Canggu dan Tibubeneng Disoroti DPRD Badung, Pariwisata Tak Dibarengi Infrastruktur

Kawasan Desa Tibubeneng dan Canggu kian berkembang dari sisi pariwisata. Namun sayang kini kemacetan melanda. DPRD Badung pun menyoroti hal ini.

Agus
awasan Desa Tibubeneng dan Canggu, di Kecamatan Kuta Utara, Badung,  kini sedang berkembang khususnya dari segi pariwisata. Namun dengan berkembangnya pariwisata di sana, malah membuat sejumlah jalan mengalami kemacetan. Kondisi itu pun dikeluhkan masyarakat, mengingat wilayah tersebut kerap terjadi kemacetan parah sampai berjam-jam. Bahkan kondisi itu juga dikeluhkan ketua Komisi III DPRD Badung, I Wayan Sandra. Menurut Wayan Sandra, dengan berkembangnya pariwisata di Canggu dan Tibubeneng serta sekitarnya.  Lalu lintas menjadi sangat padat, sehingga terjadi kemacetan total. Terlebih sebuah akomodasi pariwisata, yang digadang terbesar di Asia berdiri di kawasan tersebut. 

TRIBUN-BALI.COM - Kawasan Desa Tibubeneng dan Canggu, di Kecamatan Kuta Utara, Badung,  kini sedang berkembang khususnya dari segi pariwisata.

Namun dengan berkembangnya pariwisata di sana, malah membuat sejumlah jalan mengalami kemacetan.

Kondisi itu pun dikeluhkan masyarakat, mengingat wilayah tersebut kerap terjadi kemacetan parah sampai berjam-jam.

Bahkan kondisi itu juga dikeluhkan ketua Komisi III DPRD Badung, I Wayan Sandra.

Menurut Wayan Sandra, dengan berkembangnya pariwisata di Canggu dan Tibubeneng serta sekitarnya. 

Lalu lintas menjadi sangat padat, sehingga terjadi kemacetan total.

Terlebih sebuah akomodasi pariwisata, yang digadang terbesar di Asia berdiri di kawasan tersebut.

Baca juga: TERNYATA GUA THE CAVE Tidak Kantongi Izin, Ini Penjelasan DPMPTSP Pemkab Badung

Baca juga: HOLYWINGS BALI Sudah MULAI Beroperasi, Simak Fasilitas Kelas DUNIA

awasan Desa Tibubeneng dan Canggu, di Kecamatan Kuta Utara, Badung,  kini sedang berkembang khususnya dari segi pariwisata.

Namun dengan berkembangnya pariwisata di sana, malah membuat sejumlah jalan mengalami kemacetan.

Kondisi itu pun dikeluhkan masyarakat, mengingat wilayah tersebut kerap terjadi kemacetan parah sampai berjam-jam.

Bahkan kondisi itu juga dikeluhkan ketua Komisi III DPRD Badung, I Wayan Sandra.

Menurut Wayan Sandra, dengan berkembangnya pariwisata di Canggu dan Tibubeneng serta sekitarnya. 

Lalu lintas menjadi sangat padat, sehingga terjadi kemacetan total.

Terlebih sebuah akomodasi pariwisata, yang digadang terbesar di Asia berdiri di kawasan tersebut.
awasan Desa Tibubeneng dan Canggu, di Kecamatan Kuta Utara, Badung,  kini sedang berkembang khususnya dari segi pariwisata. Namun dengan berkembangnya pariwisata di sana, malah membuat sejumlah jalan mengalami kemacetan. Kondisi itu pun dikeluhkan masyarakat, mengingat wilayah tersebut kerap terjadi kemacetan parah sampai berjam-jam. Bahkan kondisi itu juga dikeluhkan ketua Komisi III DPRD Badung, I Wayan Sandra. Menurut Wayan Sandra, dengan berkembangnya pariwisata di Canggu dan Tibubeneng serta sekitarnya.  Lalu lintas menjadi sangat padat, sehingga terjadi kemacetan total. Terlebih sebuah akomodasi pariwisata, yang digadang terbesar di Asia berdiri di kawasan tersebut. (Agus)

Wayan Sandra mengakui, kemacetan terjadi karena salah satu indikasi berkembangnya pariwisata yang tidak dibarengi dengan infrastruktur yang baik.

Ia pun menyoroti desa yang memiliki garis pantai itu, kurang tersentuh pembangunan oleh pemerintah daerah, baik kabupaten maupun Provinsi Bali.

“Saat ini sangat macet, bukan macet bergerak, tapi macet tidak bergerak.

Itu kondisi ada di sekitar Tibubeneng, Canggu, Pererenan ke barat.

Apalagi jalan provinsi yang tidak pernah diperbaiki,” kata Wayan Sandra dalam rapat Banggar DPRD Badung, bersama Tim Anggaran pemerintah daerah (TAPD) di gedung Dewan Badung, Selasa 2 Agustus 2022.

Pihaknya mengaku kondisi itu pun, perlu menjadi perhatian pemerintah.

Bahkan politisi asal Tibubeneng itu, mengaku anggaran untuk perbaikan infrastruktur menjadi hal yang wajib.

“Setiap tahun agar ada perbaikan, mulai dari trotoarnya gorong-gorong dan yang lainnya,” katanya.

Baca juga: SAH! Gua The Cave Bukan Cagar Budaya, Ini Hasil Kajian Teknis Disbud Badung 

Baca juga: KOMISI I DPRD Provinsi Bali Sidak Atlas Beach Fest, Cek Soal Perizinan

Wayan Sandra mengakui, kemacetan terjadi karena salah satu indikasi berkembangnya pariwisata yang tidak dibarengi dengan infrastruktur yang baik.

Ia pun menyoroti desa yang memiliki garis pantai itu, kurang tersentuh pembangunan oleh pemerintah daerah, baik kabupaten maupun Provinsi Bali.

“Saat ini sangat macet, bukan macet bergerak, tapi macet tidak bergerak.

Itu kondisi ada di sekitar Tibubeneng, Canggu, Pererenan ke barat.

Apalagi jalan provinsi yang tidak pernah diperbaiki,” kata Wayan Sandra dalam rapat Banggar DPRD Badung, bersama Tim Anggaran pemerintah daerah (TAPD) di gedung Dewan Badung, Selasa 2 Agustus 2022.

Pihaknya mengaku kondisi itu pun, perlu menjadi perhatian pemerintah.

Bahkan politisi asal Tibubeneng itu, mengaku anggaran untuk perbaikan infrastruktur menjadi hal yang wajib.

“Setiap tahun agar ada perbaikan, mulai dari trotoarnya gorong-gorong dan yang lainnya,” katanya.
Wayan Sandra mengakui, kemacetan terjadi karena salah satu indikasi berkembangnya pariwisata yang tidak dibarengi dengan infrastruktur yang baik. Ia pun menyoroti desa yang memiliki garis pantai itu, kurang tersentuh pembangunan oleh pemerintah daerah, baik kabupaten maupun Provinsi Bali. “Saat ini sangat macet, bukan macet bergerak, tapi macet tidak bergerak. Itu kondisi ada di sekitar Tibubeneng, Canggu, Pererenan ke barat. Apalagi jalan provinsi yang tidak pernah diperbaiki,” kata Wayan Sandra dalam rapat Banggar DPRD Badung, bersama Tim Anggaran pemerintah daerah (TAPD) di gedung Dewan Badung, Selasa 2 Agustus 2022. Pihaknya mengaku kondisi itu pun, perlu menjadi perhatian pemerintah. Bahkan politisi asal Tibubeneng itu, mengaku anggaran untuk perbaikan infrastruktur menjadi hal yang wajib. “Setiap tahun agar ada perbaikan, mulai dari trotoarnya gorong-gorong dan yang lainnya,” katanya. (Agus)
Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved