Berita Negara
Tagihan Air Tinggi, Keran Mati Tetap Bayar Rp 250 Ribu,Perumda Tirta Amertha Jati Kumpulin Manajemen
Tagihan Air Tak Masuk Akal, Keran Mati Tetap Bayar Rp 250 Ribu Per Bulan, Perumda Tirta Amertha Jati Kumpulin Manajemen
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Marianus Seran
TRIBUN BALI. COM, NEGARA- Sejumlah pelanggan dikejutkan dengan tagihan rekening dari Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati Jembrana yang melonjak tinggi.
Hal ini pun membuat para pelanggan yang terimbas mengeluh dan meminta kejelasan.
Sebab, nominal tagihan tak masuk akal. Apalagi ada pelanggan yang tak menggunakan air, justru mendapat tagihan rekening air.
Menurut informasi yang diperoleh, tagihan rekening air yang melonjak tinggi hingga 100 persen ini sudah dialami sejak bulan Juni 2022 lalu.
Baca juga: PDIP Klungkung Plot Bupati Nyoman Suwirta sebagai Caleg Provinsi Bali, Jabatan Bupati Tuntas 2024
Ini tidak terjadi terhadap satu pelanggan saja, melainkan banyak. Selain ada yang tidak menggunakan air tapi bayar, pelanggan yang menggunakan air dengan jumlah sama seperti sebelumnya juga ditagih lebih banyak. Hal ini diduga ada permainan pencatatan dari petugas.
Seperti yang diutarakan seorang pelanggan bernama Made. Ia menuturkan bahwa sebelum bulan Juni 2022 ia mendapat tagihan air secara normal atau sama seperti sebelumnya.
Jika biasanya ia hanya membayar Rp 100-120 ribu perbulan. Namun, ia kaget dengan jumlah tagihan sejak bulan Juni tersebut. Sehingga ia memutuskan untuk mencoba tak menggunakan air perumda tersebut.
Dan ternyata dugaannya benar, ketika tak digunakan ia tetap mendapat tagihan pembayaran air yang tinggi.
Bahkan, ia mendapat tagihan hingga Rp 250 ribu dalam sebulan. Hal ini membuatnya jengkel karena selain membayar lebih, alasan petugas juga tak masuk akal. Petugas menyebut kemungkinan ada kesalahan pada input data.
"Ini tidak saya saja yang mengeluhkan. Tetangga saya juga banyak yang mengalami.
Masak kilometer sudah ditutup, tapi tetap ada tagihan juga, kalau bayar beban kan tidak masalah," ungkapnya.
Mirisnya, kata dia, ketika ia melemparkan komplain ke Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati, tagihannya justru menurun. Tapi sebulan kemudian, tagihan melonjak lagi. Artinya, komplainnya justru tak ditanggapi pihak penyedia air minum daerah tersebut.
"Semoga segera ada kejelasan saja agar tidak terus-terusan seperti ini (ada keluhan)," tandasnya.
Terpisah, Pengawas yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati Jembrana, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya tak menampik dengan keluhan tersebut.
Ia mengakui sudah menerima banyak keluhan soal tagihan rekening tersebut dan akan segera ditindaklanjuti.