Berita Jembrana

KELUHAN PELANGGAN, Tamba Bakal Rombak Manajemen Perumda Air Minum Jembrana

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, akhirnya memberikan tanggapan terkait banyaknya keluhan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Ilustrasi keran air - Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, akhirnya memberikan tanggapan terkait banyaknya keluhan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati yang melonjak tinggi. \ Pihaknya mengaku, ini menjadi hal penting atau pelajaran untuk berbenah. Bahkan, dalam waktu dekat, manajemen bakal segera dirombak apalagi sedang dijabat oleh pelaksana tugas. Menurutnya, dalam waktu dekat ini pihaknya bakal menggelar seleksi baru untuk pengisian jabatan di lingkungan Perumda Air Minum tersebut. Proses seleksi akan bersifat tarung bebas alias terbuka. Sehingga, seluruh masyarakat yang berkapasitas serta pimpinan yang lama bisa ikut tarung dalam seleksi tersebut. 

"Bagian daripada itu (keluhan). Kami berbenah. Suasana manajemen baru, kekuatan baru kita akan berbenah," tandas Bupati Tamba.

Bupati Tamba akan perbaiki keluhan terkait air di Jembrana
Bupati Tamba akan perbaiki keluhan terkait air di Jembrana (istimewa)

Sebelumnya, sejumlah pelanggan dikejutkan dengan tagihan rekening dari Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati Jembrana yang melonjak tinggi.

Hal ini pun membuat para pelanggan yang terimbas mengeluh dan meminta kejelasan.

Sebab, nominal tagihan rekening tak masuk akal.

Apalagi ada pelanggan yang tak menggunakan air, justru mendapat tagihan rekening air.

Menurut informasi yang diperoleh, tagihan rekening air yang melonjak tinggi hingga 100 persen ini sudah dialami sejak bulan Juni 2022 lalu.

Ini tidak terjadi terhadap satu pelanggan saja, melainkan banyak.

Selain ada yang tidak menggunakan air tapi bayar, pelanggan yang menggunakan air dengan jumlah sama seperti sebelumnya juga ditagih lebih banyak.

Hal ini diduga ada permainan pencatatan dari petugas.

Seperti yang diutarakan seorang pelanggan bernama Made.

Ia menuturkan bahwa sebelum bulan Juni 2022 ia mendapat tagihan air secara normal atau sama seperti sebelumnya.

Jika biasanya ia hanya membayar Rp 100-120 ribu perbulan.

Namun, ia kaget dengan jumlah tagihan rekening sejak bulan Juni tersebut.

Sehingga ia memutuskan untuk mencoba tak menggunakan air perumda tersebut.

Dan ternyata dugaannya benar, ketika tak digunakan ia tetap mendapat tagihan pembayaran air yang tinggi.

Bahkan, ia mendapat tagihan hingga Rp 250 ribu dalam sebulan.

Hal ini membuatnya jengkel karena selain membayar lebih, alasan petugas juga tak masuk akal.

Petugas menyebut kemungkinan ada kesalahan pada input data. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved