Berit Gianyar

KRONOLOGI Tragedi Ngaben di Blabatuh: Usai Selang Kompor Dicabut Ada Api Setinggi 7 Meter, 10 Korban

Berikut ini adalah kronologi kompor pembakaran mayat meledak di Setra Desa Adat Selat Belega, Gianyar pada Jumat 19 Agusuts 2022.

Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra
Kondisi tempat insiden kompor mayat meledak di Desa Belega, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Sabtu 20 Agustus 2022. Api sempat naik setinggi 7 meter lalu menyebar ke samping. 

TRIBUN-BALI.COMKRONOLOGI Tragedi Ngaben di Blabatuh: Usai Selang Kompor Dicabut Ada Api Setinggi 7 Meter, 10 Korban.

Berikut ini adalah kronologi kompor pembakaran mayat meledak di Setra Desa Adat Selat Belega, Gianyar pada Jumat 19 Agusuts 2022.

Kelian Desa Adat Selat Belega, I Wayan Suartawan mengatakan sebelum insiden meledaknya kompor pembakaran mayat di Setra Desa Adat Belaga, warga sempat mendengar suara dentuman keras di tangki kompor.

Setelah itu diikuti dengan api yang tiba-tiba naik setinggi 7 meter, kemudian dengan cepat menyebar dan menyambar orang-orang yang berada di sekitar kompor.

“Saya mendengar dentuman tangki, terus api naik, terus menyebar ke samping,” ungkap Suartawan saat ditemui Tribun Bali di Setra Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar pada Sabtu 20 Agustus 2022.

Api pun dengan cepat menyebar ke arah timur dan utara.

“Terus turun apinya, nyembarar. Ke timur, ke utara wenten (ada),” tutur Suartawan saat ditemui Tribun Bali di Setra Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar.

Baca juga: ENAM KORBAN Luka Bakar Ngaben di Blahbatuh Dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Ini Perkembangannya 

Menurut Suartawan, insiden naas tersebut terjadi Menurut Suartawan, kejadian tersebut terjadi usai salah seorang warga mencabut selang, dimana pembakar mayat tersebut hampir selesai.

“Ini udah nyopot selang, sudah terakhir, sudah mau habis, tinggal sedikit. Terus kejadian,” jelas Wayan Suartawan.

Hanya 1 Kompor Meledak

Lebih lanjut, Suartawan menuturkan dalam insiden yang terjadi pada Jumat 19 Agustus kemarin sekitar pukul 20.00 WITA dari 14 kompor yang ada, hanya ada 1 kompor yang meledak.

Pada upacara ngaben massal tersebut pun diikuti oleh 64 sawa, dan menggunakan 14 kompor pembakaran mayat.

Akibat insiden tersebut sebanyak 9 orang mengalami luka bakar, dan 1 orang dikabarkan mengalami luka bakar serius akibat insiden tersebut.

9 orang menjadi korban luka bakar saat kejadian yang berlangsung pada Jumat 19 Agustus 2022 pukul 20.00 WITA kemarin.

Saat ini, korban telah dievakuasi ke RSUP Sanglah serta RSUD Sanjiwani Gianyar untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

6 Korban Luka Bakar Ngaben di Blahbatuh Dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Ini Perkembangannya.

Enam korban luka bakar Ngaben di Blahbatuh, Gianyar dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.

Ketika ditemui, Dr.dr.Agus Roy Rusly Hariantana Hamid,SpBP-RE(K),FICS selaku Staf Medis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik RSUP Prof

IGNG Ngoerah mengatakan dua korban diantaranya mengalami luka bakar parah 94 hingga 98 persen. 

Baca juga: POLISI AMANKAN Barang Bukti Insiden Kompor Mayat Meledak, 9 Korban Derita Luka Bakar

"Enam korban ya untuk yang diruang isolasi memang cukup berat dua korban karena luas luka bakarnya lebih dari 90 persen. Jadi saat ini kondisinya belum stabil. Saya belum bisa menjanjikan untuk kedepannya. Jadi yang perlu observasi ketat ya memang Ruang Iso 1 dan Ruang Iso 2," jelasnya pada, Sabtu 20 Agustus 2022. 

Sementara untuk 4 korban sisanya saat ini kondisi masih naik turun karena masih belum lewat 24 jam.

Peristiwa mengerikan terjadi dalam upacara ngaben di Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Jumat 19 Agustus 2022.

Akibat kompor mayat meledak, sejumlah krama yang ada di setra setempat mengalami luka bakar serius.

Saat berita ini ditulis, para korban tengah menunggu penanganan di RSUD Sanjiwani, Gianyar, Bali. 

Seorang penunggu pasien di ruang UGD RSUD Sanjiwani Gianyar, Koming Astana, mengatakan jumlah korban dari kompor mayat meledak tersebut cukup banyak.
Peristiwa mengerikan terjadi dalam upacara ngaben di Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Jumat 19 Agustus 2022. Akibat kompor mayat meledak, sejumlah krama yang ada di setra setempat mengalami luka bakar serius. Saat berita ini ditulis, para korban tengah menunggu penanganan di RSUD Sanjiwani, Gianyar, Bali.  Seorang penunggu pasien di ruang UGD RSUD Sanjiwani Gianyar, Koming Astana, mengatakan jumlah korban dari kompor mayat meledak tersebut cukup banyak. (weg)

Namun hingga sampai saat ini masih stabil karena luka bakarnya kurang dari 80 persen. Untuk pemulihannya, perawatan diperlukan hingga 3 bulan itupun jika kondisi pasien dapat bertahan atau survive. 

"Kita tim unit luka bakar, perawat dan bedah plastik melakukan yang terbaik disini. Saya minta berdoa untuk semua agar aman dan lancar. Kita sudah lakukan pembersihan luka, kita lakukan eskaret tomi kita buka jaringan-jaringan mati yang menjerat dada, tangan, dan kaki kemarin di UGD. Untuk bisa dalam waktu fase akut bisa bernafas dengan baik. Karena kemarin benar-benar terjerat dadanya," tambahnya. 

Dari RSUD Sanjwani hanya ada 6 pasien yang dirujuk. Dari 6 pasien tersebut yang paling berat ada 3 pasien lalu 3 pasien lainnya cukup stabil saat ini. Empat pasien lainnya sadar, sementara dua pasien lainnya masih dibius hingga tidur.

Salah satu korban yang masih berusia anak-anak yakni bernama I Kadek Gian Permana Putra (14) mengalami luka bakar hingga 94 persen. 

"Untuk menstabilkan belum bisa dijanjikan karena luas luka bakar lebih dari 80-90 persen cukup berat. Dengan bantuan mesin saja masih belum stabil apalagi tanpa mesin. Usia sangat mempengaruhi biasanya dibawah 50 tahun atau anak-anak sangat stabil kasus luka bakar," tutupnya. 

Palang Merah Indonesia (PMI) Gianyar, Bali, juga turun ke Desa Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, saat mendapat informasi adanya insiden kompor mayat meledak saat upacara ngaben, Jumat 19 Agustus 2022.
Palang Merah Indonesia (PMI) Gianyar, Bali, juga turun ke Desa Selat Belega, Blahbatuh, Gianyar, saat mendapat informasi adanya insiden kompor mayat meledak saat upacara ngaben, Jumat 19 Agustus 2022. (weg)

Adapun enam data pasien yang dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah yakni I Gusti Made Budiarta (49), I Kadek Gian Permana Putra (14), I Kadek Dwi Putra Jaya (30), I Ketut Adi Wiranata (32), Bagus Oskar Norizon Ninu (33), dan I Gusti Ngurah Pradita (11). Untuk I Gusti Ngurah Pradita mengalami luka bakar dibawah 80 persen.

1 Korban Derita Luka Bakar Hampir 98 Persen

Raut wajah sedih tampak dari istri dari Bagus Oskar Norizon Ninu (33) korban luka bakar upacara Ngaben di Blahbatuh, Gianyar yang sedang menunggu suaminya dalam perawatan di Ruang Luka Bakar, ICU RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar.

Ketika ditemui, Ayu Tri selaku Istri dari Oskar mengatakan ketika kejadian tersebut ia tidak berada di lokasi.

Baca juga: LUKA BAKAR Korban Kompor Mayat Meledak Sampai 98 Persen, Simak Beritanya

"Tahu informasinya jam 20.00 (8) malam. Saya tidak di lokasi saya langsung ke RSUD Sanjiwani. Yang menyewakan kompor itu kakek saya. Karena suami libur kan banyak kemarin pakai kompor jadi diajak," jelasnya pada, Sabtu 20 Agustus 2022.

Suasana Ruang Luka Bakar, ICU RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, pada, Sabtu 20 Agustus 2022.
Suasana Ruang Luka Bakar, ICU RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, pada, Sabtu 20 Agustus 2022. (Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari)

Oskar mengalami luka bakar hingga 98 persen. Ia pun turut mengklarifikasi kabar yang viral dimana dikatakan kesalahan tersebut karena pemilik sewa kompor yang lalai.

"Itu dibilangnya kesalahan murni dari tukang kompor. Padahal perjanjiannya tukang kompornya dari jam 11-12 lalu dari desanya mulai jam 18.00 seharusnya mulai dari pagi mereka disana tapi mulainya jam 18.00. Kakek saya yang menyewakan kompornya. Karena soalnya ada kabar karena tukang kompornya lalai supaya tidak simpang siur," tambahnya.

Ia mengatakan belum mengetahui secara pasti jelasnya karena kemarin kondisi sudah krodit dan kompornya meledak lalu ketika Tri menanyakan dengan orang disekitar lokasi bukan seperti itu kejadiannya.

"Saya masih fokus yang terbakar. Suami saya belum sadar. Yang saya dengar posisi sudah selesai tinggal matiin saja sebagian sudah selesai lalu siap-siap mau dimatiin pas suami saya lagi pegang selang tiba-tiba meledak. Kemarin masih sadar suami saya sampai di RSUD Sanjiwani," tutupnya.

Tak hanya suaminya, dua sepupunya juga  dirawat di ICU luka bakar dan satu sepupunya menggunakan inkubasi dengan luka bakar 94 persen.

(*)

(Tribun-Bali.com/Ida Bagus Mahendra Putra/Ni Luh Putu Wahyuni Sari)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved