Berita Bali

Anak Mantan Sekda Buleleng Segera Disidang, Dilimpahkan ke JPU dalam Kasus Korupsi dan TPPU

Dewa Gede Radhea Prana Prabawa dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum beserta barang buktinya

istimewa
Tersangka Gede Radhea (pakaian adat) menjalani pelimpahan tahap II dari penyidik pidsus Kejati Bali ke JPU Kejari Buleleng - Anak Mantan Sekda Buleleng Segera Disidang, Dilimpahkan ke JPU dalam Kasus Korupsi dan TPPU 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyidik pidana khusus (pidsus) Kejaksaan Tinggi ( Kejati Bali) telah melimpahkan barang bukti beserta tersangka Dewa Gede Radhea Prana Prabawa (DGR) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dengan telah dilakukan pelimpahan tahap II, tersangka yang merupakan anak mantan Sekda Buleleng, Dewa Ketut Puspaka ini akan segera menjalani sidang terkait perkara dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sejumlah proyek di Buleleng.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Bali, A Luga Harlianto membenarkan tersangka Gede Radhea telah menjalani pelimpahan tahap II.

"Setelah berkas perkara tindak pidana korupsi dan TPPU atas nama tersangka DGR dinyatakan lengkap (P-21), penyidik pidsus Kejati Bali langsung menyerahkan tanggung jawab terhadap tersangka DGR beserta barang bukti (tahap II) ke Jaksa Penuntut Umum Kejari Buleleng," jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu 31 Agustus 2022.

Baca juga: Dilimpahkan ke JPU, Anak Mantan Sekda Buleleng Segera Jalani Sidang

Seusai pelimpahan, tersangka Gede Radhea dilakukan penahanan oleh JPU untuk 20 hari ke depan.

Sebelumnya pada tahap penyidikan, penyidik pidsus Kejati Bali yang dikomandoi Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Agus Eko Purnomo telah menahan tersangka Gede Radhea di Lapas Kelas II A Kerobokan.

"Tersangka tetap ditahan oleh JPU di Lapas Kerobokan," terang Luga.

Mantan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung di Nusa Penida ini mengatakan, setelah pelimpahan tahap II, JPU akan menyelesaikan surat dakwaan dan melimpahkan ke pengadilan.

"Selanjutnya JPU akan merampungkan surat dakwaan untuk segera melimpahkan perkara a quo ke Pengadilan Negeri Tipikor Denpasar," ucap Luga.

Terkait pasal yang disangkakan dalam perkara ini, Gede Radhea disangka pasal berlapis, yakni primair Pasal 12 huruf e jo Pasal 18 ayat 1 huruf a dan b UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Subsidiair, Pasal 12 huruf e jo Pasal 15 jis Pasal 18 ayat 1 huruf a dan b UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 56 ke-1 KUHP.

Dan kedua primair, Pasal 3 Jo Pasal 10 UU RI No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, Subsidiair: Pasal 5 ayat 1 UU RI No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gede Radhea terjerat dugaan kasus TPPU terkait perizinan pembangunan Terminal Penerima dan Distibusi LNG dan penyewaan lahan Desa Adat Yeh Sanih, Buleleng.

Gede Radhea ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik tanggal 25 Januari 2022, ini bermula dari pengembangan perkara terpidana Dewa Ketut Puspaka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved