Kenaikan BBM

HARGA BBM Naik, Upah Karyawan Diharapkan Naik di Bali, Simak Alasan Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah akan menyalurkan BSU untuk pekerja atas kenaikan BBM ini. Para pekerja pun meminta kenaikan upah.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
ist
Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah akan menyalurkan bantuan yang lebih tepat sasaran, yaitu melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM yang akan diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu. 

Tapi gaji kami sebagai buruh ini juga harus dinaikan juga lah," katanya.

Ia pun berharap, dengan adanya kenaikan BBM ini, perusahaan tempat ia bekerja hingga pemerintah juga ikut menaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK).
Ia pun berharap, dengan adanya kenaikan BBM ini, perusahaan tempat ia bekerja hingga pemerintah juga ikut menaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK). (Pixabay)

Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Buleleng Made Winingsih, juga berharap ada kebijakan dari perusahaan media, untuk memikirkan dampak kenaikan BBM ini kepada para karyawannya.

"Pikirkan lah agar karyawan kesejahteraannya meningkat.

Karena dampak dari kenaikan BBM ini juga memengaruhi sembilan bahan pokok kebutuhan kita sehari-hari.

Saya selaku ketua PWI Buleleng, berharap ada kebijakan untuk penyesuaian gaji karyawan yang ada di perusahaan media," ucapnya.

Terpisah, Jro Mangku Made Arta ditemui usai mengisi BBM di SPBU Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng mengaku dapat memaklumi keputusan pemerintah dalam menaikan harga BBM ini.

Ia menilai pemerintah terpaksa menaikan harga BBM ini, lantaran minimnya anggaran yang dimiliki oleh pemerintah.

"Ya terima saja, yang penting BBM tidak langka.

Saya mengerti harganya naik karena pemerintah kekurangan dana," ujarnya.

Pengawas Lapangan SPBU Banyuasri, Komang Sukra Ambara Dana, mengatakan, sempat terjadi antrean panjang di SPBU Banyuasri akibat langkanya BBM jenis solar di SPBU yang lain, beberapa minggu yang lalu.

Selain itu, sebelum adanya kenaikan harga BBM ini, jatah solar juga sempat dibatasi, yakni hanya 8.000 liter per hari.

Namun sejak kenaikan harga BBM ini, kini pasokannya sudah bertambah menjadi 16 ribu liter.

"Solar di SPBU yang lain kosong. Jadi banyak sopir truk yang beli ke sini, jadi sempat terjadi penumpukan truk di SPBU kami.

Kiriman pasokak juga sempat dibatasi, tapi sekarang sudah normal. Kami dapat pasokan solar 16 ribu liter untuk solar dan 32 ton untuk pertalite, jadi tumpukan kendaraan sudah tidak ada. Sudah landai," tandasnya. 

kenaikan BBM khususnya jenis BBM Pertalite jadi perhatian.
kenaikan BBM khususnya jenis BBM Pertalite jadi perhatian. (Istimewa)

Ini Alasan Presiden Joko Widodo dan Pemerintah Pusat 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved