Berita Tabanan

Belum Dipecat, Dinkes dan BKPSDM Tunggu Inkraht Oknum Dokter Pijat Pakai Upal

Oknum dokter pengedar uang palsu (upal), Putu Bagus Galih Pramana, 38 tahun, sudah ditetapkan tersangka. Oknum dokter bekerja di Puskesmas Se

Tribun Bali
Press rilis Oknum Dokter yang ditangkap karena mengendorkan upal. Upal itu dijajakan oleh yang bersangkutan untuk mendapat jasa pijat. (TB/Ardhiangga Ismayana). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Oknum dokter pengedar uang palsu (upal), Putu Bagus Galih Pramana, 38 tahun, sudah ditetapkan tersangka.

Oknum dokter bekerja di Puskesmas Selemadeg Barat itu masih berstatus tenaga kontrak.

BKPSDM Tabanan pun menunggu kekuatan hukum tetap atau inkraht. Itu untuk memutus kontrak atau pemecatan. Meskipun, pemutusan gaji sudah dilakukan.

 


Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr Nyoman Susila mengatakan, koordinasi dengan BKPSDM Tabanan, sudah dilakukan.

Ihwal pemecatan masih menunggu keputusan atau kekuatan hukum tetap, terhadap yang bersangkutan. Untuk kemudian, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut menyangkut statusnya.

Baca juga: Rental Mobil Bali, 5 Rekomendasi Rental Mobil Murah, Harga Mulai Rp 150 Ribu per 24 Jam

“Sudah koordinasi dengan BKPSDM. Tapi kami juga menunggu inkraht,” ucapnya, Kamis 8 September 2022.

Terpisah, Kepala BKPSDM Tabanan, I Made Kristiadi Putra, karena menunggu inkraht, maka langkah awal, sesuai dengan Perbup, dilakukan pemutusan untuk gaji.

Sebab, yang bersangkutan sudah tidak bertugas lagi, sebagai tenaga Pemkab Tabanan. BKPSDM hanya memiliki kewenangan dalam gaji.

Sedangkan pemutusan kontrak menjadi wilayah Dinas Kesehatan. Tentunya, pihaknya mengawal Dinas Kesehatan supaya segera mengurus sesuatunya sesuai dengan ketentuan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved