Berita Klungkung
PMI Asal Klungkung Meninggal Dunia di Dubai, Sudah Siapkan Cincin dan Songket untuk Menikah
PMI Asal Klungkung Meninggal Dunia di Dubai, sudah sekitar 10 bulan bekerja sebagai terapis di Dubai.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Ni Wayan Resni (70) meneteskan air mata saat ditemui di kediamannya di Banjar Kawan, Desa Paksebali, Klungkung, Bali, Selasa 20 September 2022.
Ia teringat dengan putri bungsunya, Ni Wayan Suyanti Ariani (28), yang meninggal dunia saat bekerja di Dubai, Uni Emirab Arab.
Ni Wayan Suyanti Ariani merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara, yang sudah sekitar 10 bulan bekerja sebagai terapis di Dubai.
Meskipun jauh dari keluarga, selama ini ia dikenal sangat perhatian dengan orangtuanya.
Baca juga: PMI Meninggal Dunia di Dubai, Wayan Suyanti Dikenal Sosok Perhatian Dengan Orang Tua
Bahkan ia hampir setiap hari menghubungi orangtuanya melalui sambungan telepon.
"Anak saya hampir setiap hari menelepon saya. Terakhir ia menelepon sehari sebelum Purnama (9 September 2022). Ia tanya saya sudah makan, dan mengingatkan agar bapaknya dibelikan susu," ungkap Ni Wayan Resni.
Saat itulah terakhir kali Wayan Resni berbicara dengan anak bungsunya melalui telepon.
Ia lalu mendapatkan kabar jika anak bungsunya itu meninggal dunia saat bekerja di Dubai.
Pihak perusahaan mengabarkan ke pihak keluarga, Ni Wayan Suyanti Ariani tiba-tiba lemas dan meninggal dunia ketika sedang bekerja, Minggu 11 September 2022.
Petugas medis yang sempat memeriksa, menyatakan Wayan Suyanti mengalami serangan jantung.
Hal itu membuat Wayan Resni merasa sangat terpukul.
Padahal Wayan Suyanti sempat minta restu ke ibunya dan berencana akan menikah tahun depan, atau setelah pulang dari Dubai.
"Rencananya anak saya pulang bulan Desember nanti, dan rencananya akan menikah. Ia sudah membeli kain songket dan cincin. Ia sempat minta restu untuk menikah. Saya pasti izinkan," ungkapnya sembari meneteskan air mata.
Sementara kakak dari Ni Wayan Suyanti Ariani, I Nengah Sukadana mengungkapkan, adiknya itu merupakan sosok yang memiliki kemauan kuat dan pekerja keras.
Adiknya yang tamat diploma dan memiliki latar belakang waitress, rela kembali kursus untuk dapat bekerja sebagai terapis di Dubai.