Berita Bali

Kasus Eka Wiryastuti, PT Denpasar Perberat Hukumannya Menjadi 2,5 Tahun Penjara

Upaya hukum banding untuk mendapat keadilan, yang diajukan mantan Bupati Tabanan dua periode, Ni Putu Eka Wiryastuti, kandas.

Putu Candra
Upaya hukum banding untuk mendapat keadilan, yang diajukan mantan Bupati Tabanan dua periode, Ni Putu Eka Wiryastuti, kandas. Ini setelah majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar, dalam putusan bandingnya memperberat hukuman Eka Wiryastuti, menjadi dua tahun dan enam bulan (2,5 tahun). Putusan banding yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan H Sumino, naik enam bulan dari putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar. Di mana sebelumnya majelis hakim Tipikor Denpasar, pimpinan I Nyoman Wiguna, menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Eka Wiryastuti. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Upaya hukum banding untuk mendapat keadilan, yang diajukan mantan Bupati Tabanan dua periode, Ni Putu Eka Wiryastuti, kandas.

Ini setelah majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar, dalam putusan bandingnya memperberat hukuman Eka Wiryastuti, menjadi dua tahun dan enam bulan (2,5 tahun).

Putusan banding yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan H Sumino, naik enam bulan dari putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor) Denpasar.

Di mana sebelumnya majelis hakim Tipikor Denpasar, pimpinan I Nyoman Wiguna, menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Eka Wiryastuti.

Baca juga: EKA WIRYASTUTI Ajukan Banding Setelah Divonis 2 Tahun Penjara Kasus Suap DID Tabanan

Baca juga: EKA WIRYASTUTI Bersyukur Diganjar 2 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Pengurusan DID Tabanan

Upaya hukum banding untuk mendapat keadilan, yang diajukan mantan Bupati Tabanan dua periode, Ni Putu Eka Wiryastuti, kandas.

Ini setelah majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar, dalam putusan bandingnya memperberat hukuman Eka Wiryastuti, menjadi dua tahun dan enam bulan (2,5 tahun).

Putusan banding yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan H Sumino, naik enam bulan dari putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar.

Di mana sebelumnya majelis hakim Tipikor Denpasar, pimpinan I Nyoman Wiguna, menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Eka Wiryastuti.
Upaya hukum banding untuk mendapat keadilan, yang diajukan mantan Bupati Tabanan dua periode, Ni Putu Eka Wiryastuti, kandas. Ini setelah majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar, dalam putusan bandingnya memperberat hukuman Eka Wiryastuti, menjadi dua tahun dan enam bulan (2,5 tahun). Putusan banding yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan H Sumino, naik enam bulan dari putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar. Di mana sebelumnya majelis hakim Tipikor Denpasar, pimpinan I Nyoman Wiguna, menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Eka Wiryastuti. (Putu Candra)

Dikonfirmasi, Juru Bicara PN Denpasar, Gede Putra Astawa, mengatakan sudah menerima putusan banding untuk terdakwa Eka Wiryastuti, dan terdakwa Dewa Nyoman Wiratmaja.

"Iya betul sudah diputus. Untuk putusan banding, masing-masing terdakwa ditambah pidana enam bulan penjara.

Selainnya, putusan banding menguatkan putusan sebelumnya," terangnya.

Sedangkan terdakwa Dewa Wiratmaja, yang merupakan dosen Universitas Udayana sekaligus mantan staf khusus Eka Wiryastuti, pada putusan banding divonis dua tahun penjara.

Lebih berat enam bulan, dari putusan Pengadilan Tipikor Denpasar, yaitu satu tahun dan enam bulan (1,5 tahun) penjara.

Majelis hakim banding menyatakan, Eka Wiryastuti, dan Dewa Wiratmaja, terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan alternatif pertama jaksa penuntut KPK.

Yakni Pasal 5 ayat (1) huruf b UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2021 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Upaya hukum banding untuk mendapat keadilan, yang diajukan mantan Bupati Tabanan dua periode, Ni Putu Eka Wiryastuti, kandas.

Ini setelah majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar, dalam putusan bandingnya memperberat hukuman Eka Wiryastuti, menjadi dua tahun dan enam bulan (2,5 tahun).

Putusan banding yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan H Sumino, naik enam bulan dari putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar.

Di mana sebelumnya majelis hakim Tipikor Denpasar, pimpinan I Nyoman Wiguna, menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Eka Wiryastuti.
Upaya hukum banding untuk mendapat keadilan, yang diajukan mantan Bupati Tabanan dua periode, Ni Putu Eka Wiryastuti, kandas. Ini setelah majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar, dalam putusan bandingnya memperberat hukuman Eka Wiryastuti, menjadi dua tahun dan enam bulan (2,5 tahun). Putusan banding yang dijatuhkan majelis hakim pimpinan H Sumino, naik enam bulan dari putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar. Di mana sebelumnya majelis hakim Tipikor Denpasar, pimpinan I Nyoman Wiguna, menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Eka Wiryastuti. (Putu Candra)

Diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum ( JPU), dari Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), mengajukan banding atas putusan majelis hakim, Pengadilan Tipikor Denpasar, terhadap kedua terdakwa tersebut.

Banding diajukan JPU KPK karena dirasa jauh, dari tuntutan pidana yang dilayangkan.

Dalam kasus suap pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Tabanan tahun anggaran 2018, JPU menuntut Eka Wiryastuti dengan pidana penjara selama empat tahun penjara.

Denda sebesar Rp 110 juta, subsider tiga bulan kurungan.

Selain itu, JPU juga menuntut pidana tambahan kepada Eka Wiryastuti, berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik.

Untuk terdakwa Dewa Wiratmaja, JPU menuntutnya dengan pidana penjara selama tiga tahun, dan enam bulan (3,5 tahun), denda Rp 110 juta subsider tiga bulan kurungan.

Seperti diketahui, Eka Wiryastuti dan Dewa Wiratmaja, dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama dan berlanjut.

Yakni menyuap dua mantan pejabat Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo (terpidana) dan Rifa Surya (tersangka), sebesar Rp 600 juta dan 55.300 dolar Amerika, dalam pengurusan DID Tabanan. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved